Sapu Bersih 10 Juta Akun, Meta Perang Lawan Konten Palsu atau Sekadar Bersihkan Pesaing?
Senin, 04 Agustus 2025 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
"Langkah ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk membuat beranda (Feed) lebih relevan dan membantu kreator otentik untuk bersinar," tulis Meta dalam pernyataannya. Sebuah tujuan yang terdengar sangat mulia, seolah menjadi jawaban atas kekacauan yang sudah lama terjadi di platform tersebut.
Meta kini menerapkan aturan ketat terhadap apa yang mereka sebut "konten tidak orisinal". Konsekuensinya jelas: jangkauan postingan akan dibatasi, dan akses ke fitur monetisasi seperti iklan atau bonus bisa dicabut.
Di sinilah kritik pertama muncul. Meta mengklaim tidak akan menghukum tren atau video remix. Yang mereka cari adalah "transformasi yang bermakna", seperti video reaksi, komentar, atau sulih suara. Tapi, siapa yang menentukan sebuah editan "cukup berarti"?
Aturan Main Baru yang Abu-abu
Namun, jika digali lebih dalam, operasi pembersihan ini tidak hanya menyasar bot dan penipu. Target sebenarnya yang lebih luas adalah para "tukang repost"—akun-akun yang membangun pengikut dengan cara membagikan ulang konten milik orang lain.Meta kini menerapkan aturan ketat terhadap apa yang mereka sebut "konten tidak orisinal". Konsekuensinya jelas: jangkauan postingan akan dibatasi, dan akses ke fitur monetisasi seperti iklan atau bonus bisa dicabut.
Di sinilah kritik pertama muncul. Meta mengklaim tidak akan menghukum tren atau video remix. Yang mereka cari adalah "transformasi yang bermakna", seperti video reaksi, komentar, atau sulih suara. Tapi, siapa yang menentukan sebuah editan "cukup berarti"?
Membendung Eksodus ke TikTok?
Kecurigaan semakin dalam ketika melihat salah satu aturan spesifik: Meta akan menandai video yang memiliki watermark dari aplikasi pihak ketiga, seperti logo TikTok yang ikonik.Lihat Juga :