Digoyang Gempa Dahsyat, Dokter di Rusia Tetap Lakukan Pembedahan

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 10:25 WIB
loading...
Digoyang Gempa Dahsyat,...
Gempa bumi di Rusia. FOTO/ BBC
A A A
MOSCOW - Sekumpulan dokter di Rusia menunjukkan keberanian luar biasa jika tetap melanjutkan permulaan kecemasan walaupun gempa bumi berukuran 8.8 magnitudo melanda kawasan itu awal pagi Rabu.

Insiden dramatis itu terjadi di sebuah rumah sakit di wilayah Timur Rusia ketika pasukan perubatan sedang melakukan pembunuhan penting terhadap seorang pesakit.


Menurut media tempatan, gegaran kuat yang melanda menyebabkan peralatan perawatan dan struktur dalaman rumah sakit bergoyang, namun pasukan dokter kekal fokus dan meneruskan prosedur demi menyelamatkan nyawa pesakit.

"Keadaan sangat mencemaskan, tetapi kami tidak boleh berhenti. Nyawa pesakit lebih penting," kata seorang ahli bedah yang enggan dikenal.

Pihak rumah sakit memaklumkan bahawa tiada kecederaan dilaporkan dalam kejadian itu dan penyelesaian berjaya diselesaikan tanpa sebarang komplikasi.

Tindakan pantas dan profesionalisme pasukan perubatan itu menerima pujian yang meluas di kalangan netizen serta pihak yang berkuasa kesihatan negara.

Gempa bumi kuat yang berpusat di perairan berhampiran Kepulauan Kuril juga mencetuskan tsunami amaran di beberapa kawasan termasuk Jepun, Alaska dan Hawaii.

Gunung berapi Klyuchevskoy di semenanjung Kamchatka, Rusia, meletus tak lama setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,8 mengguncang wilayah tersebut pada hari Rabu. Gempa itu juga memicu tsunami setinggi 3 hingga 4 meter di kawasan pesisir.

"Turunnya lava panas yang membara teramati di lereng barat. Cahaya yang kuat di atas gunung berapi, ledakan," tulis Layanan Geosifika Serikat dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam sebuah pernyataan di Telegram, yang dikutip Reuters, Kamis (31/7/2025).

Terletak sekitar 450 km (280 mil) di utara ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky, Klyuchevskoy adalah salah satu gunung berapi tertinggi di dunia.

Gempa bumi bermagnitdo 8,8 yang terjadi di lepas pantai Kamchatka telah merusak sejumlah bangunan dan melukai beberapa orang di wilayah terpencil Rusia tersebut, tetapi tidak ada laporan korban jiwa.

Gempa tersebut juga memicu gelombang setinggi 3 hingga 4 meter, terutama di wilayah pesisir Severo-Kurilsk dan Kamchatka bagian timur.

Tsunami juga terjadi di beberapa negara, termasuk Jepang yang mencatat gelombang tsunami antara 0,3 hingga 1,3 meter, dengan yang tertinggi di wilayah Hokkaido di mana lebih dari 900.000 orang dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Wilayah Amerika Serikat, termasuk Hawaii dan pantai barat (California dan Alaska), juga terkena dampak kecil, dengan beberapa lokasi mencatat gelombang tsunami hingga 1,5 meter.

Sementara itu, Dewan Pakar Rusia untuk Prediksi Gempa Bumi, Penilaian Bahaya dan Risiko Seismik mengumumkan setelah pertemuan luar biasa pada hari Rabu bahwa gempa susulan dengan magnitudo hingga 7,5 dan tsunami di dekat Teluk Avachinsky dan kota Petropavlovsk-Kamchatsky dapat diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Kementerian Situasi Darurat Rusia mengeluarkan peringatan agar tidak mengunjungi wilayah yang berdekatan dengan Teluk Avachinsky dan perairan Samudra Pasifik.

“Petugas penyelamat sangat menyarankan untuk tidak mengunjungi daerah yang berbatasan dengan Teluk Avachinsky dan Samudra Pasifik, terutama tempat-tempat populer seperti Pantai Khalaktyrsky, Teluk Anglichanka, Danau Prilivnoe, dan lereng pantai Bukit Nikolskaya,” demikian pernyataan tersebut.

Menilai kesiapan regional menghadapi bencana alam tersebut dalam jumpa pers di Moskow pada hari Rabu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: “Semua sistem peringatan dini berfungsi dengan cepat, dan evakuasi telah dilakukan di daerah-daerah yang membutuhkan evakuasi karena ancaman tsunami.”

"Secara keseluruhan, ketahanan seismik bangunan berjalan efektif. Terima kasih Tuhan, tidak ada korban jiwa. Oleh karena itu, kesiapan teknologi terbukti efektif dan menunjukkan tingkat kesiapan yang tinggi," paparnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Rekomendasi
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved