Google Akui Gagal Total Deteksi Gempa Dahsyat 7,8 SR di Turki

Selasa, 29 Juli 2025 - 10:07 WIB
loading...
Google Akui Gagal Total...
GEMPA BUMI BESAR. FOTO/ CNET
A A A
KAIRO - Google telah mengakui bahwa sistem peringatan dini gempa buminya gagal memperingatkan sekitar 10 juta orang di zona berisiko tinggi selama gempa bumi dahsyat yang melanda Turki tenggara pada 6 Februari 2023.

BACA JUGA - Gempa Bumi Dahsyat Guncang Filipina Tengah

Google gagal memperingatkan 1gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter pada Februari 2023, dengan hanya 469 peringatan darurat yang dikirim melalui sistem Android Earthquake Alerts (AEA).

Kesalahan algoritma menyebabkan kesalahan prediksi gempa, dengan sistem hanya mendeteksi magnitudo 4,54,9, jauh di bawah kekuatan sebenarnya, sehingga mengurangi efektivitas peringatan.

Para ahli telah menyerukan transparansi dan perbaikan sistem, menekankan bahwa teknologi peringatan bencana perlu diuji dan dipercaya karena menyangkut penyelamatan nyawa manusia.

Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter terjadi pada pukul 4.17 pagi, ketika sebagian besar orang sedang tidur.

Gempa tersebut menewaskan lebih dari 55.000 orang dan melukai lebih dari 100.000 orang.
Sistem peringatan dini Google, yang dikenal sebagai Android Earthquake Alerts (AEA), seharusnya memberi pengguna Android, yang memiliki lebih dari 70 persen ponsel di Turki, peringatan hingga 35 detik sebelumnya.

Namun, hanya 469 peringatan "Ambil Tindakan" yang dikirim untuk gempa pertama, sementara setengah juta pengguna menerima peringatan "Waspada" berkekuatan rendah yang tidak mengaktifkan suara atau mengabaikan mode senyap ponsel.

Peringatan "Ambil Tindakan" dirancang untuk menandakan keadaan darurat dengan suara keras dan pesan layar penuh, tetapi sebagian besar pengguna tidak menerimanya.

Google menjelaskan bahwa sistemnya telah salah memperkirakan kekuatan gempa, hanya mendeteksi antara 4,5 dan 4,9 magnitudo, jauh di bawah kekuatan sebenarnya.

Tinjauan setelah kejadian menunjukkan bahwa jika algoritmanya berfungsi dengan baik, 10 juta peringatan darurat dapat dikirim ke populasi yang paling berisiko. Para pakar dan ilmuwan gempa bumi telah menyuarakan kekhawatiran tentang transparansi dan ketergantungan pada teknologi yang belum sepenuhnya teruji.

Profesor Harold Tobin dari Pacific Northwest Seismic Network menegaskan bahwa sistem semacam itu perlu dimintai pertanggungjawaban karena menyelamatkan nyawa.

Google menyatakan bahwa sistem AEA merupakan pelengkap sistem peringatan nasional, bukan pengganti.

Mereka berjanji untuk terus meningkatkan algoritma berdasarkan setiap peristiwa gempa bumi yang terjadi.

Insiden ini memicu perdebatan global tentang peran teknologi dalam peringatan bencana, serta perlunya sistem yang lebih efisien dan andal untuk melindungi nyawa manusia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rekomendasi
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Militer Israel Akui...
Militer Israel Akui Gagal Hadapi Operasi Badai al-Aqsa 7 Oktober
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved