Drone Canggih DJI Agras T100 dan T25P Masuk Indonesia, Tawarkan Presisi Tinggi
Jum'at, 18 Juli 2025 - 07:47 WIB
loading...
PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) resmi meluncurkan drone DJI Agras terbaru yaitu DJI Agras T25P dan DJI Agras T100 di Jakarta, Kamis (17/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) resmi meluncurkan drone DJI Agras terbaru yaitu DJI Agras T25P dan DJI Agras T100 dalam acara soft launching bertemakan Bigger, Smarter, Safer di Jakarta, Kamis (17/7/2025). Dengan inovasi terbaru dari Shenzhen, China, DJI memiliki presisi tinggi untuk menyemprot lahan, menebar benih, dan mendukung pertanian skala besar maupun kecil.
Dengan keunggulan itu, drone tersebut sangat tepat digunakan sektor pertanian dan perkebunan sawit . Ini karena drone ini menawarkan pembaruan signifikan dari segi kapasitas angkut, kecepatan semprot, serta fitur keselamatan dan efisiensi kerja. Baca juga: Regulasi Ruang Udara Disiapkan, Drone hingga Taksi Terbang Segera Diatur
DJI Agras T100 merupakan jawaban atas kebutuhan pertanian industri berskala besar. Drone ini mampu membawa hingga 100 liter cairan, 150 liter benih, atau 100 kg muatan dengan kecepatan terbang maksimum 20 meter per detik, dua kali lipat model sebelumnya.
Dengan flow rate mencapai 30 liter/menit, drone ini memungkinkan penyemprotan 2 km dalam satu penerbangan. T100 juga dilengkapi sistem keamanan canggih seperti LiDAR, radar gelombang milimeter, hingga Penta-Vision, sehingga mampu menghindari objek dengan presisi tinggi. “Ini bukan sekadar drone, tapi revolusi,” kata General Manager Commercial PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) Nicko Arywibowo dalam peluncuran.
Sementara itu, DJI Agras T25P hadir dengan desain ringkas dan portabel, cocok untuk petani individu atau lahan kecil. Meskipun ukurannya kecil, T25P memiliki kapasitas penyebaran 25 kg dengan sistem Screw Feeder Spreading 4.0, serta mendukung operasi otomatis dan pemetaan drone secara efisien.
Dalam acara peluncuran, DJI juga mengumumkan harga dan penawaran special. DJI Agras T25P Generator Combo mulai dari Rp323 juta, dengan diskon spesial hari ini sebesar Rp187,75 juta. DJI Agras T100 Generator Combo, didiskon hingga Rp350,62 juta hanya selama acara berlangsung. “Promo ini hanya berlaku hari ini. Harga normalnya bisa puluhan juta lebih mahal,” jelasnya.
DJI Agras telah digunakan untuk 25 komoditas pertanian mulai dari padi, jagung, hingga tebu. Di Indonesia, lebih dari 80% aplikasi drone terjadi di sektor kehutanan dan pertanian. “Dengan efisiensi tinggi dan teknologi pintar, drone DJI bukan hanya mempermudah kerja petani, tapi juga menekan penggunaan pestisida dan dampak lingkungan,” tambahnya. Baca juga: Doktor UI Kembangkan Model Edukasi K3 Turunkan Angka Kecelakaan dan Penyakit Pekerja Sawit
DJI juga memperkenalkan program pelatihan resmi melalui DJI Academy di 15 negara, termasuk Indonesia. Program ini membekali pilot drone dengan keterampilan penyemprotan, pemetaan lahan, serta pemeliharaan tanaman menggunakan teknologi terbaru.
DJI Agras T100, T70P, dan T25P mulai tersedia secara global di wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui diler resmi DJI Agriculture. DJI terus menegaskan kepemimpinannya di sektor drone pertanian dunia dengan menyuplai lebih dari 500.000 unit ke lebih dari 100 negara, mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan global dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.
Dengan keunggulan itu, drone tersebut sangat tepat digunakan sektor pertanian dan perkebunan sawit . Ini karena drone ini menawarkan pembaruan signifikan dari segi kapasitas angkut, kecepatan semprot, serta fitur keselamatan dan efisiensi kerja. Baca juga: Regulasi Ruang Udara Disiapkan, Drone hingga Taksi Terbang Segera Diatur
DJI Agras T100 merupakan jawaban atas kebutuhan pertanian industri berskala besar. Drone ini mampu membawa hingga 100 liter cairan, 150 liter benih, atau 100 kg muatan dengan kecepatan terbang maksimum 20 meter per detik, dua kali lipat model sebelumnya.
Dengan flow rate mencapai 30 liter/menit, drone ini memungkinkan penyemprotan 2 km dalam satu penerbangan. T100 juga dilengkapi sistem keamanan canggih seperti LiDAR, radar gelombang milimeter, hingga Penta-Vision, sehingga mampu menghindari objek dengan presisi tinggi. “Ini bukan sekadar drone, tapi revolusi,” kata General Manager Commercial PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) Nicko Arywibowo dalam peluncuran.
Sementara itu, DJI Agras T25P hadir dengan desain ringkas dan portabel, cocok untuk petani individu atau lahan kecil. Meskipun ukurannya kecil, T25P memiliki kapasitas penyebaran 25 kg dengan sistem Screw Feeder Spreading 4.0, serta mendukung operasi otomatis dan pemetaan drone secara efisien.
Dalam acara peluncuran, DJI juga mengumumkan harga dan penawaran special. DJI Agras T25P Generator Combo mulai dari Rp323 juta, dengan diskon spesial hari ini sebesar Rp187,75 juta. DJI Agras T100 Generator Combo, didiskon hingga Rp350,62 juta hanya selama acara berlangsung. “Promo ini hanya berlaku hari ini. Harga normalnya bisa puluhan juta lebih mahal,” jelasnya.
DJI Agras telah digunakan untuk 25 komoditas pertanian mulai dari padi, jagung, hingga tebu. Di Indonesia, lebih dari 80% aplikasi drone terjadi di sektor kehutanan dan pertanian. “Dengan efisiensi tinggi dan teknologi pintar, drone DJI bukan hanya mempermudah kerja petani, tapi juga menekan penggunaan pestisida dan dampak lingkungan,” tambahnya. Baca juga: Doktor UI Kembangkan Model Edukasi K3 Turunkan Angka Kecelakaan dan Penyakit Pekerja Sawit
DJI juga memperkenalkan program pelatihan resmi melalui DJI Academy di 15 negara, termasuk Indonesia. Program ini membekali pilot drone dengan keterampilan penyemprotan, pemetaan lahan, serta pemeliharaan tanaman menggunakan teknologi terbaru.
DJI Agras T100, T70P, dan T25P mulai tersedia secara global di wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui diler resmi DJI Agriculture. DJI terus menegaskan kepemimpinannya di sektor drone pertanian dunia dengan menyuplai lebih dari 500.000 unit ke lebih dari 100 negara, mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan global dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.
(poe)
Lihat Juga :