Studi DNA Kuno Ungkap Penyebab Bermunculan Penyakit Baru pada Manusia

Senin, 14 Juli 2025 - 06:54 WIB
loading...
Studi DNA Kuno Ungkap...
Studi DNA Kuno Ungkap Penyebab Bermunculan Penyakit Baru. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
LONDON - Lebih dari 37.000 tahun penyakit menular pada manusia telah dipetakan oleh para ilmuwan, dengan para akademisi menunjuk satu perilaku tertentu dari nenek moyang kita sebagai yang memainkan "peran kunci" dalam penyebarannya.

BACA JUGA - Gigi Manusia Purba Berusia Jutaan Tahun Ditemukan

Melibatkan para peneliti dari berbagai universitas di Inggris, Denmark, Swedia, Jerman, Italia, dan Australia, penelitian ini melibatkan analisis DNA dari lebih dari 1.300 manusia prasejarah yang berasal dari 37.000 tahun yang lalu, dan pemulihan DNA terkait dengan 214 patogen yang diketahui (bakteri, virus, dan parasit).

Hal ini menyebabkan para akademisi menemukan jejak genetik tertua dari bakteri penyebab wabah - atau Yersinia pestis , untuk menggunakan nama Latinnya - dalam sampel dari 5.500 tahun yang lalu.

Mereka juga menemukan jejak penyakit kusta dari 1.400 tahun lalu, malaria dari 4.200 tahun lalu, hepatitis B dari 9.800 tahun lalu, dan difteri dari 11.100 tahun lalu.

Pemimpin studi Profesor Eske Willserslev, dari Universitas Cambridge dan Kopenhagen , mengatakan: “Kami sudah lama menduga bahwa transisi ke pertanian dan peternakan [budidaya hewan] membuka pintu menuju era baru penyakit – kini DNA menunjukkan kepada kita bahwa hal itu terjadi setidaknya 6.500 tahun yang lalu.

“Infeksi ini tidak hanya menyebabkan penyakit – infeksi ini mungkin juga berkontribusi terhadap keruntuhan populasi, migrasi, dan adaptasi genetik.”

Memang, penyakit zoonosis menjadi lebih tersebar luas sekitar 5.000 tahun yang lalu, sekitar waktu yang sama ketika sekelompok orang bermigrasi dari apa yang sekarang dikenal sebagai bagian dari Ukraina, Rusia barat daya, dan Kazakhstan barat ('Pontic Steppe') ke Eropa barat laut.

Profesor Madya Martin Sikora dari Universitas Kopenhagen, yang juga terlibat dalam penelitian ini, mengatakan: "Jika kita memahami apa yang terjadi di masa lalu, hal itu dapat membantu kita mempersiapkan diri untuk masa depan. Banyak penyakit menular yang baru muncul diprediksi berasal dari hewan."

Willerslev menambahkan bahwa mutasi yang berhasil di masa lalu “kemungkinan akan muncul kembali”, dan pengetahuan ini penting untuk vaksin di masa mendatang.

“Hal ini memungkinkan kami menguji apakah vaksin yang ada saat ini memberikan cakupan yang cukup atau apakah vaksin baru perlu dikembangkan karena adanya mutasi,” ujarnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Rekomendasi
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Penyebab 135 Anak di...
Penyebab 135 Anak di Bojonegoro Nikah Dini pada Januari-April 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved