Kecerdasan Buatan Baidu Ernie AI Kini Menjadi Open Source
Selasa, 01 Juli 2025 - 13:01 WIB
loading...
Kecerdasan Buatan Baidu. FOTO/ DAILY
A
A
A
BEIJING - Baidu kini menawarkan model Ernie AI sebagai open source, tidak seperti model sebelumnya yang mengharuskan langganan bulanan untuk mengakses Ernie Bot.
BACA JUGA -Lirik Bisnis Otomotif, Baidu Berencana Saingi Google
Langkah ini ditujukan untuk mendorong adopsi yang lebih luas di China dengan mengurangi biaya akses API, terutama karena Baidu bersaing dengan Bytedance dan DeepSeek yang memiliki lebih banyak pengguna.
Dalam ekosistem AI yang semakin mahal dan kompetitif, muncul pertanyaan apakah keberhasilan ditentukan oleh kualitas teknologi atau kekuatan arus kas perusahaan seperti halnya dengan Amazon.
Sebelumnya, untuk mengakses Ernie, diperlukan langganan bulanan ke layanan Ernie Bot.
Langkah Baidu dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan adopsi di berbagai aplikasi di Tiongkok dengan mengurangi biaya akses API yang harus dibayar oleh pengembang.
Pengumuman penawaran Ernie sebagai open source muncul pada saat Baidu memiliki pangsa pasar yang lebih kecil daripada Bytedance dan DeepSeek.
Misalnya, Ernie Bot memiliki 23 juta pengguna dibandingkan Doubao milik Bytedance yang memiliki 87 juta pengguna.
Ekosistem AI kini makin dipenuhi model-model baru yang membutuhkan langganan mahal.
Pada saat yang sama, bahkan dengan harga langganan T20 ini, perusahaan seperti OpenAI dan xAI belum juga meraup untung.
Model-model tersebut memegang pasar besar saat ini dan menunggu untuk meraup untung di masa mendatang seperti Amazon yang pernah menjadi pilihan mayoritas perusahaan AI dunia.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pemenangnya adalah yang terbaik atau sekadar memiliki arus kas yang lebih baik.
BACA JUGA -Lirik Bisnis Otomotif, Baidu Berencana Saingi Google
Langkah ini ditujukan untuk mendorong adopsi yang lebih luas di China dengan mengurangi biaya akses API, terutama karena Baidu bersaing dengan Bytedance dan DeepSeek yang memiliki lebih banyak pengguna.
Dalam ekosistem AI yang semakin mahal dan kompetitif, muncul pertanyaan apakah keberhasilan ditentukan oleh kualitas teknologi atau kekuatan arus kas perusahaan seperti halnya dengan Amazon.
Sebelumnya, untuk mengakses Ernie, diperlukan langganan bulanan ke layanan Ernie Bot.
Langkah Baidu dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan adopsi di berbagai aplikasi di Tiongkok dengan mengurangi biaya akses API yang harus dibayar oleh pengembang.
Pengumuman penawaran Ernie sebagai open source muncul pada saat Baidu memiliki pangsa pasar yang lebih kecil daripada Bytedance dan DeepSeek.
Misalnya, Ernie Bot memiliki 23 juta pengguna dibandingkan Doubao milik Bytedance yang memiliki 87 juta pengguna.
Ekosistem AI kini makin dipenuhi model-model baru yang membutuhkan langganan mahal.
Pada saat yang sama, bahkan dengan harga langganan T20 ini, perusahaan seperti OpenAI dan xAI belum juga meraup untung.
Model-model tersebut memegang pasar besar saat ini dan menunggu untuk meraup untung di masa mendatang seperti Amazon yang pernah menjadi pilihan mayoritas perusahaan AI dunia.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pemenangnya adalah yang terbaik atau sekadar memiliki arus kas yang lebih baik.
(wbs)
Lihat Juga :