Indonesia Mulai Kecanduan ChatGPT, Ahli Ungkap Dampak Buruknya
Selasa, 01 Juli 2025 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
"Otak yang sedang berkembang berada pada risiko tertinggi," jelasnya.
Meski sama-sama platform dari internet, tetapi hasil berbeda ditemukan pada kelompok yang menggunakan Google Search, yakni memiliki fungsi otak yang aktif.
Sementara mereka yang tidak menggunakan sama sekali platform atau hanya dengan otaknya memiliki kemampuan otak yang sangat baik. Mereka dinilai memiliki konektivitas saraf tertinggi, khusus pita alfa, theta, dan delta dengan ide kreativitas, beban memori dan pemrosesan sematik.
Yang paling menarik dari data yang dipaparkan Chatterji adalah dominasi generasi muda dalam adopsi ChatGPT. Ia menyebut Indonesia sebagai “pasar anak muda” dengan demografi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan teknologi.
“Ini adalah dunianya anak muda, dan profil demografi kalian menunjukkan bahwa generasi muda akan memimpin perkembangan AI di Indonesia,” katanya.
Mereka bukan hanya pengguna pasif, tapi juga aktif belajar menggunakan teknologi ini sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan mereka. Banyak pelajar yang menggunakan ChatGPT untuk memahami pelajaran, menulis esai, bahkan mengembangkan proyek sains.
Sementara itu, kalangan profesional dan pelaku startup mulai menggunakan AI untuk membantu membuat keputusan bisnis, menyusun strategi pemasaran, atau merancang aplikasi berbasis chatbot.
Meski sama-sama platform dari internet, tetapi hasil berbeda ditemukan pada kelompok yang menggunakan Google Search, yakni memiliki fungsi otak yang aktif.
Sementara mereka yang tidak menggunakan sama sekali platform atau hanya dengan otaknya memiliki kemampuan otak yang sangat baik. Mereka dinilai memiliki konektivitas saraf tertinggi, khusus pita alfa, theta, dan delta dengan ide kreativitas, beban memori dan pemrosesan sematik.
Yang paling menarik dari data yang dipaparkan Chatterji adalah dominasi generasi muda dalam adopsi ChatGPT. Ia menyebut Indonesia sebagai “pasar anak muda” dengan demografi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan teknologi.
“Ini adalah dunianya anak muda, dan profil demografi kalian menunjukkan bahwa generasi muda akan memimpin perkembangan AI di Indonesia,” katanya.
Mereka bukan hanya pengguna pasif, tapi juga aktif belajar menggunakan teknologi ini sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan mereka. Banyak pelajar yang menggunakan ChatGPT untuk memahami pelajaran, menulis esai, bahkan mengembangkan proyek sains.
Sementara itu, kalangan profesional dan pelaku startup mulai menggunakan AI untuk membantu membuat keputusan bisnis, menyusun strategi pemasaran, atau merancang aplikasi berbasis chatbot.
(wbs)
Lihat Juga :