Meta Lakukan Blokir Besar-besaran Diduga Akibat Perang Iran dan Israel?

Rabu, 25 Juni 2025 - 10:20 WIB
loading...
A A A
Setidaknya beberapa admin Grup Facebook yang membayar langganan Meta Verified, yang mencakup dukungan pelanggan prioritas, telah dapat memperoleh bantuan. Namun, yang lain melaporkan bahwa grup mereka telah ditangguhkan atau dihapus sepenuhnya.

Tidak jelas apakah masalah ini terkait dengan gelombang larangan baru-baru ini yang memengaruhi pengguna Meta sebagai individu, tetapi ini tampaknya menjadi masalah yang berkembang di seluruh jaringan sosial.

Selain Facebook dan Instagram, jejaring sosial seperti Pinterest dan Tumblr juga menghadapi keluhan tentang penangguhan massal dalam beberapa minggu terakhir, yang membuat pengguna curiga bahwa upaya moderasi otomatis AI adalah penyebabnya.

Pinterest setidaknya mengakui kesalahannya, dengan mengatakan bahwa pelarangan massal itu disebabkan oleh kesalahan internal , tetapi membantah bahwa AI adalah masalahnya. Tumblr mengatakan masalahnya terkait dengan pengujian sistem penyaringan konten baru tetapi tidak menjelaskan apakah sistem itu melibatkan AI.

Ketika ditanya minggu lalu tentang larangan Instagram, Meta menolak berkomentar. Pengguna kini menyebarkan petisi yang sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 12.380 tanda tangan, yang meminta Meta untuk mengatasi masalah tersebut. Pihak lain , termasuk mereka yang bisnisnya terdampak, tengah menempuh jalur hukum.

Meta masih belum membagikan apa yang menyebabkan masalah tersebut, baik pada akun individu maupun grup.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rekomendasi
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved