Sejarah Kuno Selat Hormuz Jalur Perdagangan Minyak yang Terus Memanas
Senin, 23 Juni 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Jalur pelayaran efektif siapa digunakan kapal tanker modern hanya sekitar 3,2 kilometer buat tiap arah, menjadikannya jalur yang tersebut sangat terisi dan rentan terhadap gangguan.
Pada era Kekaisaran Persia, selat ini menjadi gerbang perdagangan. Berbagai barang mewah melintas di sini. Rempah-rempah, sutra, dan logam mulia diangkut dari Asia ke Eropa. Kekuasaan atas selat ini sering berpindah tangan.
Pada abad ke-16, Portugis berhasil merebut kendali. Mereka membangun benteng untuk mengamankan jalur dagang. Kemudian, Inggris mengambil alih kekuasaan hingga abad ke-20. Kini, negara-negara kawasan seperti Iran dan Oman menegaskan kedaulatannya.
Secara geografis, selat ini membentang sekitar 96 kilometer. Lebarnya bervariasi antara 39 hingga 96 kilometer. Namun, jalur efektif untuk kapal tanker modern sangat sempit. Lebarnya hanya sekitar 3,2 kilometer untuk setiap arah. Hal ini menjadikannya sangat padat dan rentan gangguan.
Pada era Kekaisaran Persia, selat ini menjadi gerbang perdagangan. Berbagai barang mewah melintas di sini. Rempah-rempah, sutra, dan logam mulia diangkut dari Asia ke Eropa. Kekuasaan atas selat ini sering berpindah tangan.
Pada abad ke-16, Portugis berhasil merebut kendali. Mereka membangun benteng untuk mengamankan jalur dagang. Kemudian, Inggris mengambil alih kekuasaan hingga abad ke-20. Kini, negara-negara kawasan seperti Iran dan Oman menegaskan kedaulatannya.
Secara geografis, selat ini membentang sekitar 96 kilometer. Lebarnya bervariasi antara 39 hingga 96 kilometer. Namun, jalur efektif untuk kapal tanker modern sangat sempit. Lebarnya hanya sekitar 3,2 kilometer untuk setiap arah. Hal ini menjadikannya sangat padat dan rentan gangguan.
(wbs)
Lihat Juga :