Sejarah Kuno Selat Hormuz Jalur Perdagangan Minyak yang Terus Memanas

Senin, 23 Juni 2025 - 13:39 WIB
loading...
Sejarah Kuno Selat Hormuz...
Sejarah Kuno Selat Hormuz . FOTO/ NILE POST
A A A
TEHERAN - Serangan Amerika Serikat ke Iran , membuat kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran semakin menguat. Jika selat ini ditutup, AS akan menerima konsekuensinya terhadap gangguan pada pasar minyak global.

BACA JUGA -Perang Iran dan Israel Bikin Sinyal Navigasi Kapal di Teluk Persia Kacau

Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, seperti dilaporkan Sputnik/RIA Novosti.

Pemerintah Iran sebelumnya telah berulang kali menekankan bahwa mereka memiliki hak untuk menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan Israel.

Pada hari Minggu, parlemen Iran juga setuju bahwa Selat Hormuz harus ditutup, menurut anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Esmail Kowsari.

"Harga minyak ditentukan secara global. Jika Selat Hormuz ditutup, Amerika Serikat juga tidak akan luput. Tidak ada yang kebal terhadap goncangan minyak dunia - harga di pompa bensin akan melonjak," kata Dmitriev di platform X.

Jalur selebar sekitar 33 kilometer pada waktu titik tersempitnya hal ini bukan hanya urat nadi vital bagi perdagangan energi dunia, melainkan juga panggung tarik-ulur kepentingan politik antara negara-negara gede dan kawasan Timur Tengah. Ketegangan sedikit saja di wilayah kejadian ini dapat memicu gejolak harga minyak global dan mengganggu perekonomian dunia.

Saat hal tersebut situasi tersebut sedang terjadi. Meningkatnya suhu di Timur Tengah akibat perang Iran bersama-sama Israel membuat Selat Hormuz terancam ditutup.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran di tengah menggodok keputusan akhir mengenai apakah akan menutup Selat Hormuz, dilansir Press TV Iran pada tempat Ahad. Hal hal ini pasca parlemen dilaporkan menyetujui tindakan tersebut.

Nama Selat Hormuz berasal dari tempat kerajaan kuno Hormuz yang tersebut dahulu menguasai kawasan peristiwa tersebut sekitar abad ke-10 hingga ke-17.

Lokasinya yang tersebut terjepit di antara Iran di utara dan Uni Emirat Arab serta Oman di selatan telah menjadikannya jalur pelayaran penting sejak zaman kuno.

Selat Hormuz membentang sepanjang tidak sebanyak lebih banyak 96 kilometer daripada barat arah ke timur, bersama lebar bervariasi antara 39 kilometer hingga 96 kilometer, tergantung titik yang seperti diukur.

Jalur pelayaran efektif siapa digunakan kapal tanker modern hanya sekitar 3,2 kilometer buat tiap arah, menjadikannya jalur yang tersebut sangat terisi dan rentan terhadap gangguan.

Pada era Kekaisaran Persia, selat ini menjadi gerbang perdagangan. Berbagai barang mewah melintas di sini. Rempah-rempah, sutra, dan logam mulia diangkut dari Asia ke Eropa. Kekuasaan atas selat ini sering berpindah tangan.

Pada abad ke-16, Portugis berhasil merebut kendali. Mereka membangun benteng untuk mengamankan jalur dagang. Kemudian, Inggris mengambil alih kekuasaan hingga abad ke-20. Kini, negara-negara kawasan seperti Iran dan Oman menegaskan kedaulatannya.

Secara geografis, selat ini membentang sekitar 96 kilometer. Lebarnya bervariasi antara 39 hingga 96 kilometer. Namun, jalur efektif untuk kapal tanker modern sangat sempit. Lebarnya hanya sekitar 3,2 kilometer untuk setiap arah. Hal ini menjadikannya sangat padat dan rentan gangguan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved