Terungkap! AI Ternyata Tidak Bisa Mengerti Bahasa

Minggu, 22 Juni 2025 - 12:45 WIB
loading...
Terungkap! AI Ternyata...
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) . FOTO/ DAILY
A A A
WASHINGTON DC - Kecerdasan buatan ( AI) tidak dapat sepenuhnya memahami bahasa dan itu adalah sesuatu yang baru saja dipahami manusia.

BACA JUGA - 10 Kampus Terdepan Dalam Riset Keceradasan Buatan, Universitas China Ungguli AS

AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, suka atau tidak. Dari platform media sosial hingga ponsel, chatbot AI kini telah terintegrasi dan digunakan setiap hari untuk menyederhanakan tugas dan mencari informasi, berkat alat seperti ChatGPT .

Namun, sementara manusia menggunakan bahasa, baik lisan maupun isyarat, untuk memahami berbagai hal, ternyata AI generatif tidak dapat melakukannya, meskipun tampak demikian.

Pelopor AI dan peraih Nobel, Geoffrey Hinton sebelumnya berkata: “Yang benar-benar mengejutkan saya adalah seberapa hebat jaringan saraf dalam memahami bahasa alami – itu terjadi jauh lebih cepat dari yang saya kira…. Dan saya masih kagum bahwa mereka benar-benar memahami apa yang mereka katakan.”

Namun, Veena Dwivedi, seorang profesor di Departemen Psikologi dan Pusat Ilmu Saraf di Universitas Brock, berpendapat bahwa ini salah, pertama dan terutama, karena teks di layar seringkali tertukar dengan bahasa, tetapi, meskipun keduanya terkait, keduanya bukanlah hal yang sama.

Dwivedi berpendapat: “Komunikasi linguistik sebagian besar terjadi secara tatap muka, dalam konteks lingkungan tertentu yang digunakan oleh pembicara dan pendengar, di samping isyarat seperti nada bicara, kontak mata, serta ekspresi wajah dan emosi.”

Untuk menjelaskan lebih jauh, ia mengemukakan bagaimana dua kata, “Saya hamil”, dapat diartikan secara berbeda tergantung pada konteksnya, misalnya, antara pasangan suami istri yang menghadapi masalah kesuburan, dibandingkan dengan pasangan remaja yang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.

Dia berkata: “Dalam setiap kasus, penerima pesan memberikan makna – dan pemahaman – yang berbeda pada kalimat yang sama.”

Dwivedi juga menjelaskan bahwa jaringan saraf dalam AI merujuk pada algoritma dan tidak boleh disamakan dengan jaringan otak biologis pada manusia.

Jadi, sementara komputer atau chatbot AI mungkin dapat menanggapi bahasa dalam bentuk teks, ia tidak memiliki konteks emosional yang dibutuhkan agar benar-benar mampu mencapai tingkat pemahaman manusia.

Dwivedi menjelaskan bahwa bayi pun mampu menangkap isyarat konteks dalam bahasa, dan sebagai manusia, kita menggunakan lebih dari sekadar kata-kata yang diucapkan untuk mengekstrak makna dan pemahaman – sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh AI.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Berita Terkini
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved