Terungkap! AI Ternyata Tidak Bisa Mengerti Bahasa
Minggu, 22 Juni 2025 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjelaskan lebih jauh, ia mengemukakan bagaimana dua kata, “Saya hamil”, dapat diartikan secara berbeda tergantung pada konteksnya, misalnya, antara pasangan suami istri yang menghadapi masalah kesuburan, dibandingkan dengan pasangan remaja yang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan.
Dia berkata: “Dalam setiap kasus, penerima pesan memberikan makna – dan pemahaman – yang berbeda pada kalimat yang sama.”
Dwivedi juga menjelaskan bahwa jaringan saraf dalam AI merujuk pada algoritma dan tidak boleh disamakan dengan jaringan otak biologis pada manusia.
Jadi, sementara komputer atau chatbot AI mungkin dapat menanggapi bahasa dalam bentuk teks, ia tidak memiliki konteks emosional yang dibutuhkan agar benar-benar mampu mencapai tingkat pemahaman manusia.
Dwivedi menjelaskan bahwa bayi pun mampu menangkap isyarat konteks dalam bahasa, dan sebagai manusia, kita menggunakan lebih dari sekadar kata-kata yang diucapkan untuk mengekstrak makna dan pemahaman – sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh AI.
Dia berkata: “Dalam setiap kasus, penerima pesan memberikan makna – dan pemahaman – yang berbeda pada kalimat yang sama.”
Dwivedi juga menjelaskan bahwa jaringan saraf dalam AI merujuk pada algoritma dan tidak boleh disamakan dengan jaringan otak biologis pada manusia.
Jadi, sementara komputer atau chatbot AI mungkin dapat menanggapi bahasa dalam bentuk teks, ia tidak memiliki konteks emosional yang dibutuhkan agar benar-benar mampu mencapai tingkat pemahaman manusia.
Dwivedi menjelaskan bahwa bayi pun mampu menangkap isyarat konteks dalam bahasa, dan sebagai manusia, kita menggunakan lebih dari sekadar kata-kata yang diucapkan untuk mengekstrak makna dan pemahaman – sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh AI.
(wbs)
Lihat Juga :