Pedang Pemblokiran Komdigi Mengancam Raksasa Global: EBay, Nike, Hingga Xbox

Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:14 WIB
loading...
Pedang Pemblokiran Komdigi...
Masih ada 7 perusahaan multinasional yang masih membandel dan tidak mendaftar PSE. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Sebuah ultimatum keras baru saja dilayangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Bukan kepada perorangan, melainkan kepada tujuh raksasa global yang selama ini beroperasi dengan nyaman di Indonesia.

Nama-nama besar seperti eBay, Nike, Xbox, dan Lenovo kini masuk dalam "daftar hitam" dan diancam akan diputus aksesnya dari seluruh wilayah Indonesia.

Ini bukan lagi sekadar imbauan. Ini adalah sebuah pertarungan wibawa antara regulator dalam negeri dengan korporasi multinasional, di mana jutaan konsumen Indonesia berada di tengah-tengahnya, menanti dengan cemas nasib layanan
favorit mereka.

Surat Peringatan Telah Dilayangkan

Akar dari drama ini adalah Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020, yang mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat untuk mendaftarkan diri.

Namun, setelah sekian lama, tujuh nama besar ini dianggap "membandel" dan belum juga menunjukkan itikad baik untuk patuh.

"Sebagai langkah konkret tindak lanjut, Kementerian Komdigi telah menyampaikan surat peringatan kepada tujuh PSE yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran," kata Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, dalam sebuah pernyataan resmi yang terdengar tegas.

Menurutnya, ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan tata kelola digital yang tertib dan, yang terpenting, untuk melindungi kepentingan masyarakat sebagai pengguna.

Pintu Dialog Sebelum 'Eksekusi'

Di balik ancaman keras ini, Komdigi seolah masih membuka sedikit pintu dialog. Mereka menegaskan bahwa jika ada kendala teknis dalam proses pendaftaran, mereka siap memberikan bimbingan. Ini adalah sebuah "peringatan halus" sebelum "pedang pemblokiran" benar-benar diayunkan.

"Seluruh PSE wajib mematuhi ketentuan yang berlaku demi terciptanya tata kelola sistem elektronik yang tertib dan bertanggung jawab di Indonesia,” ucap Alexander.

Ancaman Nyata atau Sekadar Gertak Sambal?

Di sinilah letak pertanyaan kritisnya. Apakah ini adalah sebuah ketegasan yang diperlukan untuk menunjukkan kedaulatan digital Indonesia? Ataukah ini adalah sebuah langkah berisiko yang bisa membuat konsumen merugi?

Bayangkan jika layanan seperti Xbox Live atau toko online Nike dan eBay benar-benar diblokir. Jutaan gamer, UMKM yang berjualan di platform global, hingga para pemburu barang-barang spesifik akan menjadi korban utamanya.

Di sisi lain, kepatuhan terhadap aturan adalah sebuah keniscayaan. Langkah Komdigi ini bisa dilihat sebagai sebuah upaya untuk memastikan bahwa para raksasa global ini tidak hanya mengeruk keuntungan dari pasar Indonesia, tetapi juga menghormati dan tunduk pada hukum yang berlaku di sini.

Kini, bola panas ada di tangan tujuh perusahaan tersebut. Apakah mereka akan menganggap serius peringatan ini dan segera mendaftarkan diri? Atau mereka akan terus "membandel" dan memaksa pemerintah untuk benar-benar mengayunkan pedang pemblokirannya?

Jutaan pengguna di Indonesia kini hanya bisa menunggu dan berharap layanan yang mereka andalkan tidak lenyap dalam sekejap.

Daftar 7 PSE yang Menerima 'Surat Cinta' dari Komdigi:

1. philips.com (PT Philips Indonesia Commercial)
2. bathandbodyworks.co.id (PT. DUNIA LUXINDO)
3. ebay.com & aplikasi eBay (ebay, Inc.)
4. nike.com & aplikasi Nike (Nike, Inc.)
5. xbox.com & aplikasi Xbox (Microsoft Corporation)
6. klm.com & aplikasi KLM (KLM Royal Dutch Airlines)
7. lenovo.com & aplikasi Lenovo (PT. LenovoIndonesia)
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Babak Belur Dihantam...
Babak Belur Dihantam Kritik Global: Insiden Bocornya Rahasia Triliunan Rupiah Paksa IGRS Dievaluasi Total
Komdigi Hentikan Sementara...
Komdigi Hentikan Sementara IGRS, Siap Lakukan Evaluasi
Komdigi Tindak 4,1 Juta...
Komdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Dorong Penguatan Perang Melawan Pembajakan Digital
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved