Tak Ada Lagi Alasan Nggak Punya Receh: Pengamen Ibukota Kini Terima QRIS
Sabtu, 21 Juni 2025 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Dengan santai, sang musisi menunjuk kode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang tertempel rapi di tas anyamnya. Teknologi yang dulu identik dengan kafe-kafe trendi dan gerai ritel modern, kini telah turun ke jalan, menjadi alat juang baru bagi para seniman trotoar. Hanya dengan beberapa ketukan di layar ponsel, donasi sebesar Rp5.000 pun berpindah tangan, terkonfirmasi, dan tercatat secara digital.
Ketika masyarakat semakin cashless, para pekerja jalanan dihadapkan pada dua pilihan: beradaptasi atau tersingkir.
Pengamen tidak hanya beradaptasi, justru memanfaatkan tren untuk membuka sumber pendapatan baru. Ia meretas batasan, mengubah potensi halangan menjadi peluang.
Kisah ini menampar kita dengan sebuah realitas baru: digitalisasi bukan lagi milik eksklusif kaum urban di ruang ber-AC. Ia telah meresap hingga ke lapisan paling bawah struktur ekonomi, memaksa kita untuk melihat kembali definisi "ekonomi kerakyatan" di abad ke-21.
Siapa sangka, alat pembayaran yang dirancang Bank Indonesia untuk efisiensi transaksi kini menjadi alat penyambung hidup bagi mereka yang seringkali terpinggirkan?
Adaptasi atau Mati
Fenomena ini lebih dari sekadar lelucon viral. Ia adalah potret ketahanan dan kecerdasan para pekerja sektor informal di tengah gempuran era digital.Ketika masyarakat semakin cashless, para pekerja jalanan dihadapkan pada dua pilihan: beradaptasi atau tersingkir.
Pengamen tidak hanya beradaptasi, justru memanfaatkan tren untuk membuka sumber pendapatan baru. Ia meretas batasan, mengubah potensi halangan menjadi peluang.
Kisah ini menampar kita dengan sebuah realitas baru: digitalisasi bukan lagi milik eksklusif kaum urban di ruang ber-AC. Ia telah meresap hingga ke lapisan paling bawah struktur ekonomi, memaksa kita untuk melihat kembali definisi "ekonomi kerakyatan" di abad ke-21.
Siapa sangka, alat pembayaran yang dirancang Bank Indonesia untuk efisiensi transaksi kini menjadi alat penyambung hidup bagi mereka yang seringkali terpinggirkan?
Gema di Ruang Digital
Respons publik di media sosial pun bergemuruh, menjadi paduan suara antara tawa geli dan decak kagum.Lihat Juga :