Fordow Markas Nuklir Iran yang Sulit Dihancukan Bom AS

Jum'at, 20 Juni 2025 - 18:13 WIB
loading...
Fordow Markas Nuklir...
Fordow Markas Nuklir Iran. FOTO/ LINE
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat menunda membantu Israel untuk menyerang Iran, AS menilai sistem bunker Iran Fordow sulit untuk dihancurkan dengan bom yang biasa-biasa aja.

BACA JUGA - AS Jatuhkan Sanksi pada Dua Pejabat Nuklir Iran

Fordow tersembunyi di lereng gunung sebelah selatan ibu kota Iran, Teheran, terdapat fasilitas pengayaan uranium yang penting bagi ambisi nuklir Iran. Fasilitas itu merupakan target utama Israel dalam pertikaian kedua negara yang berlangsung saat ini.

Israel mungkin sudah mendominasi sebagian besar wilayah udara Iran. Namun fasilitas nuklir Fordow diyakini berada di dalam tanah melebihi kedalaman Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dan Prancis masih jauh dari jangkauan persenjataan Israel.

Hanya Amerika Serikat (AS) yang dianggap memiliki bom yang mungkin cukup kuat untuk menghancurkan Fordo, sebuah langkah dramatis yang berpotensi memperluas perang di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan BBC, menilik fasilitas nuklir rahasia ini, yang menurut Iran hanya untuk tujuan sipil tetapi Israel merasa situs ini dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Terletak sekitar 96 km di selatan ibu kota Teheran, situs pengayaan uranium di Fordow berlokasi tepat di daerah pegunungan yang dekat dengan Kota Qom.

Fasilitas bawah tanah ini diperkirakan terdiri dari dua terowongan utama yang merupakan tempat bagi mesin sentrifugal untuk memperkaya uranium, serta jalur penghubung terowongan yang lebih kecil.

Setelah melalui pos pemeriksaan, diperkirakan ada enam terowongan pintu masuk yang mengarah ke kompleks bawah tanah.

Di bagian atas, ada satu bangunan pendukung besar dan jalan menuju situs pendukung terdekat.

Fasilitas Fordow menjadi tantangan tersendiri bagi militer Israel mengingat kedalaman fasilitas bawah tanah tersebut.

Untuk membuat kerusakan yang signifikan pada situs itu, diperlukan penggunaan amunisi berupa "penghancur bunker" yang mampu menembus jauh di bawah permukaan.

Israel diperkirakan memiliki senjata semacam itu tetapi hanya dapat beroperasi hingga kedalaman kurang dari 10 meter.

Sementara itu, AS memiliki bom yang mungkin dapat melakukan pekerjaan itu: GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP) 13.000 kg.

Selubung dan massa MOP yang berat memiliki potensi menembus sekitar 18 meter beton atau 61 meter kedalaman tanah sebelum meledak. Ini berdasarkan analis di Janes, sebuah perusahaan intelijen pertahanan.

Kendati demikian, serangan dengan MOP juga tidak punya jaminan akan menghancurkan situs Fordow karena terowongannya diperkirakan mencapai kedalaman 80-90 meter di bawah permukaan.

Lokasi ini jauh lebih dalam daripada situs pengayaan uranium bawah tanah Iran lainnya di Natanz, yang diyakini para analis kedalamannya sekitar 20 meter di bawah permukaan.

Salah satu tanda bahwa AS mungkin sedang bersiap untuk menggunakan MOP pada target di Iran adalah penyebaran pengebom siluman B-2 ke Diego Garcia, sebuah pangkalan udara 3.700 km dari Iran yang masuk dalam jangkauan B-2.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Rekomendasi
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Berita Terkini
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved