Perang Ego di Gedung Putih: Cuitan Elon Musk dan Gertakan Donald Trump Lenyapkan Rp2.492 Triliun dari Tesla dalam Semalam
Jum'at, 06 Juni 2025 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
“Elon mulai 'keterlaluan', saya memintanya pergi, saya cabut Mandat EV-nya yang memaksa semua orang membeli Mobil Listrik yang tidak diinginkan orang lain (yang sudah berbulan-bulan dia tahu akan saya lakukan!), dan dia langsung gila!” tulis Trump dengan nada penuh amarah di platform Truth Social miliknya.
Berbicara dari Ruang Oval di Gedung Putih beberapa jam sebelumnya, Trump mengklaim hubungan baiknya dengan Musk kini berada di ujung tanduk. “Hubungan Elon dan saya tadinya hebat. Saya tidak tahu apakah akan begitu lagi,” ujar Trump. "Saya terkejut."
Serangan balasan dari Musk datang secepat kilat. Saat Trump masih berbicara, Musk membalas singkat di platform X miliknya: "Whatever." (Terserah).
Tak berhenti di situ, sang raja teknologi melancarkan serangan yang lebih personal dan politis. “Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilu, Demokrat akan menguasai DPR, dan komposisi Senat akan menjadi 51-49 untuk Republik,” cuit Musk, seolah mengklaim dirinya sebagai kingmaker dalam lanskap politik AS.
Menurut laporan NBC News, Musk telah berusaha keras melobi Trump dan petinggi Partai Republik lainnya untuk mengubah bagian dari RUU tersebut yang akan memangkas kredit pajak untuk kendaraan listrik (EV) dan panel surya rumahan—dua sumber keuntungan utama bagi Tesla. RUU itu juga mengusulkan biaya tahunan baru sebesar USD250 (sekitar Rp 4,1 juta) bagi setiap pemilik mobil listrik.
Berbicara dari Ruang Oval di Gedung Putih beberapa jam sebelumnya, Trump mengklaim hubungan baiknya dengan Musk kini berada di ujung tanduk. “Hubungan Elon dan saya tadinya hebat. Saya tidak tahu apakah akan begitu lagi,” ujar Trump. "Saya terkejut."
Serangan balasan dari Musk datang secepat kilat. Saat Trump masih berbicara, Musk membalas singkat di platform X miliknya: "Whatever." (Terserah).
Tak berhenti di situ, sang raja teknologi melancarkan serangan yang lebih personal dan politis. “Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilu, Demokrat akan menguasai DPR, dan komposisi Senat akan menjadi 51-49 untuk Republik,” cuit Musk, seolah mengklaim dirinya sebagai kingmaker dalam lanskap politik AS.
Akar Masalah: Uang dan Kekuasaan
Di balik saling ejek ini, terdapat pertarungan kepentingan yang lebih dalam. Musk, orang terkaya di dunia, beberapa hari terakhir habis-habisan menentang RUU anggaran baru pemerintahan Trump. Ia bahkan mengancam akan melawan para politisi yang mendukung RUU tersebut. Musk menyebut RUU itu sebagai "kekejian yang menjijikkan," sebuah perubahan sikap drastis setelah sebelumnya sempat memimpin gugus tugas efisiensi pemerintah Trump yang dijuluki DOGE.Menurut laporan NBC News, Musk telah berusaha keras melobi Trump dan petinggi Partai Republik lainnya untuk mengubah bagian dari RUU tersebut yang akan memangkas kredit pajak untuk kendaraan listrik (EV) dan panel surya rumahan—dua sumber keuntungan utama bagi Tesla. RUU itu juga mengusulkan biaya tahunan baru sebesar USD250 (sekitar Rp 4,1 juta) bagi setiap pemilik mobil listrik.
Lihat Juga :