Perang Ego di Gedung Putih: Cuitan Elon Musk dan Gertakan Donald Trump Lenyapkan Rp2.492 Triliun dari Tesla dalam Semalam
Jum'at, 06 Juni 2025 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Walter Isaacson, penulis biografi Musk, memberikan pandangannya kepada CNBC. “Satu hal tentang Elon adalah ketika dia terjun ke sesuatu, dia akan melakukannya habis-habisan,” kata Isaacson. “Dia bukan orang yang bisa menahan diri dalam hal-hal seperti ini dan dia benar-benar sangat marah.”
Kemarahan Musk tidak hanya dipicu oleh kredit pajak. Isaacson menambahkan bahwa Musk juga "sangat murka" dengan anggota pemerintahan Trump yang diduga menjegal nominasi Jared Isaacman sebagai kepala badan antariksa NASA. Isaacman, yang memimpin dua misi luar angkasa swasta dengan SpaceX milik Musk, terpaksa ditarik nominasinya pada akhir pekan lalu.
Jatuhnya harga saham ini seolah menjadi pengingat brutal. Betapapun besarnya sebuah perusahaan, nasibnya bisa dengan mudah terombang-ambing oleh manuver politik dan cuitan impulsif sang CEO di media sosial.
Kini, Tesla tidak hanya harus berjuang melawan persaingan pasar, tetapi juga terjebak dalam pusaran badai yang diciptakan oleh pendirinya sendiri di koridor kekuasaanWashington.
Kemarahan Musk tidak hanya dipicu oleh kredit pajak. Isaacson menambahkan bahwa Musk juga "sangat murka" dengan anggota pemerintahan Trump yang diduga menjegal nominasi Jared Isaacman sebagai kepala badan antariksa NASA. Isaacman, yang memimpin dua misi luar angkasa swasta dengan SpaceX milik Musk, terpaksa ditarik nominasinya pada akhir pekan lalu.
Tesla yang Terjepit
Di tengah perang ego ini, Tesla menghadapi masalah fundamental yang lebih serius. Penjualan kendaraan listriknya anjlok di pasar-pasar utama Eropa, dan reputasi mereknya di dunia Barat terus menurun. Perusahaan ini juga berada di bawah tekanan besar untuk meluncurkan layanan ride-hailing tanpa pengemudi yang telah lama tertunda di Austin, Texas, di mana pesaing utamanya, Waymo, sudah lebih dulu beroperasi secara komersial bersama Uber.Jatuhnya harga saham ini seolah menjadi pengingat brutal. Betapapun besarnya sebuah perusahaan, nasibnya bisa dengan mudah terombang-ambing oleh manuver politik dan cuitan impulsif sang CEO di media sosial.
Kini, Tesla tidak hanya harus berjuang melawan persaingan pasar, tetapi juga terjebak dalam pusaran badai yang diciptakan oleh pendirinya sendiri di koridor kekuasaanWashington.
(dan)
Lihat Juga :