Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
Selasa, 03 Juni 2025 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Di India, Menteri Kesehatan Delhi Pankaj Singh mengatakan kepada kantor berita PTI pada 26 Mei bahwa tidak perlu panik terhadap varian ini.
“Kami telah mengarahkan rumah sakit untuk bersiap dengan tempat tidur, oksigen, obat-obatan esensial, dan peralatan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan standar,” katanya. “Tidak perlu khawatir. Covid akibat varian baru ini mirip dengan penyakit virus biasa. Pasien yang datang sejauh ini mengalami gejala ringan seperti demam, batuk, dan pilek.”
Pekan ini, pejabat di Taiwan mengeluarkan peringatan tentang Covid-19 dan menyatakan bahwa masyarakat di negara itu harus memakai masker dan mencuci tangan. Pejabat Taiwan sebelumnya pada bulan ini juga melaporkan adanya peningkatan kasus.
Pejabat AS tampaknya meremehkan pentingnya varian baru ini, dengan menyatakan bahwa varian ini tidak lebih buruk dibandingkan dengan varian lain yang saat ini beredar.
Dalam pernyataannya kepada The Epoch Times, juru bicara CDC AS mengatakan bahwa lembaga kesehatan tersebut “sadar akan laporan kasus Covid-19 NB.1.8.1 di Tiongkok dan sedang menjalin kontak rutin dengan mitra internasional.”
Varian ini belum memenuhi ambang batas untuk dimasukkan ke dalam pelacak data Covid di situs CDC. “Kami memantau semua urutan SARS-CoV-2, dan jika jumlahnya meningkat secara proporsional, varian ini akan muncul di dasbor Data Tracker,” tambah juru bicara itu, sambil mencatat bahwa sejauh ini kurang dari 20 urutan varian tersebut telah ditemukan.
“Kami telah mengarahkan rumah sakit untuk bersiap dengan tempat tidur, oksigen, obat-obatan esensial, dan peralatan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan standar,” katanya. “Tidak perlu khawatir. Covid akibat varian baru ini mirip dengan penyakit virus biasa. Pasien yang datang sejauh ini mengalami gejala ringan seperti demam, batuk, dan pilek.”
Pekan ini, pejabat di Taiwan mengeluarkan peringatan tentang Covid-19 dan menyatakan bahwa masyarakat di negara itu harus memakai masker dan mencuci tangan. Pejabat Taiwan sebelumnya pada bulan ini juga melaporkan adanya peningkatan kasus.
Pejabat AS tampaknya meremehkan pentingnya varian baru ini, dengan menyatakan bahwa varian ini tidak lebih buruk dibandingkan dengan varian lain yang saat ini beredar.
Dalam pernyataannya kepada The Epoch Times, juru bicara CDC AS mengatakan bahwa lembaga kesehatan tersebut “sadar akan laporan kasus Covid-19 NB.1.8.1 di Tiongkok dan sedang menjalin kontak rutin dengan mitra internasional.”
Varian ini belum memenuhi ambang batas untuk dimasukkan ke dalam pelacak data Covid di situs CDC. “Kami memantau semua urutan SARS-CoV-2, dan jika jumlahnya meningkat secara proporsional, varian ini akan muncul di dasbor Data Tracker,” tambah juru bicara itu, sambil mencatat bahwa sejauh ini kurang dari 20 urutan varian tersebut telah ditemukan.
(wbs)
Lihat Juga :