Haji 2025 Penggunaan Pemantau Kesehatan Virtual Meningkat
Senin, 02 Juni 2025 - 07:29 WIB
loading...
ibadah haji. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
RIYADH - King Abdullah Medical City (KAMC) di Makkah , yang merupakan bagian integral dari Makkah Health Cluster, telah meluncurkan layanan pemantauan kesehatan jarak jauh menggunakan jam tangan pintar untuk mendukung jamaah haji, khususnya mereka yang menerima perawatan melalui Rumah Sakit Virtual Seha.
BACA JUGA - Meta Gagal Ciptakan Jam Tangan Pintar
Langkah ini akan meningkatkan layanan kesehatan digital dan memastikan pemantauan berkelanjutan terhadap kesehatan jamaah haji, demikian dilaporkan Kantor Berita Arab Saudi (SPA).
KAMC saat ini tengah memantau kondisi seorang jamaah haji dari Bangladesh yang menjalani operasi darurat dan berhasil di Pusat Jantung rumah sakit tersebut setelah mengalami serangan jantung serius.
Tim medis khusus kini terus memantau kondisi pasien dari jarak jauh melalui indikator vital yang dikirim melalui jam tangan pintar, yang memungkinkannya untuk melaksanakan ibadah haji bersama rombongannya.
Teknologi inovatif ini menggunakan jam tangan pintar canggih yang dirancang menyerupai jam tangan biasa, untuk memastikan privasi dan kenyamanan pasien tanpa menarik perhatian atau menciptakan rasa terisolasi.
Pendekatan ini juga memberikan jaminan psikologis yang penting, melengkapi perawatan medis yang kritis.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad al-Jalajel, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan kasus epidemi atau risiko wabah menjelang musim haji tahun ini.
"Kami senang mengumumkan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman kesehatan. Kesehatan dan keselamatan calon jemaah tetap menjadi prioritas utama kami," Al Arabiya English melaporkan,
Ia juga menginformasikan bahwa pemerintah secara aktif melakukan persiapan akhir, termasuk memantau situasi kesehatan secara ketat.
Hingga Senin, lebih dari satu juta calon jemaah asing telah tiba dengan selamat di Saudi.
Al-Jalajel menyampaikan apresiasinya kepada semua negara atas kerja sama mereka dalam mematuhi pedoman yang lebih ketat yang ditetapkan untuk musim haji 2025.
BACA JUGA - Meta Gagal Ciptakan Jam Tangan Pintar
Langkah ini akan meningkatkan layanan kesehatan digital dan memastikan pemantauan berkelanjutan terhadap kesehatan jamaah haji, demikian dilaporkan Kantor Berita Arab Saudi (SPA).
KAMC saat ini tengah memantau kondisi seorang jamaah haji dari Bangladesh yang menjalani operasi darurat dan berhasil di Pusat Jantung rumah sakit tersebut setelah mengalami serangan jantung serius.
Tim medis khusus kini terus memantau kondisi pasien dari jarak jauh melalui indikator vital yang dikirim melalui jam tangan pintar, yang memungkinkannya untuk melaksanakan ibadah haji bersama rombongannya.
Teknologi inovatif ini menggunakan jam tangan pintar canggih yang dirancang menyerupai jam tangan biasa, untuk memastikan privasi dan kenyamanan pasien tanpa menarik perhatian atau menciptakan rasa terisolasi.
Pendekatan ini juga memberikan jaminan psikologis yang penting, melengkapi perawatan medis yang kritis.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad al-Jalajel, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan kasus epidemi atau risiko wabah menjelang musim haji tahun ini.
"Kami senang mengumumkan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman kesehatan. Kesehatan dan keselamatan calon jemaah tetap menjadi prioritas utama kami," Al Arabiya English melaporkan,
Ia juga menginformasikan bahwa pemerintah secara aktif melakukan persiapan akhir, termasuk memantau situasi kesehatan secara ketat.
Hingga Senin, lebih dari satu juta calon jemaah asing telah tiba dengan selamat di Saudi.
Al-Jalajel menyampaikan apresiasinya kepada semua negara atas kerja sama mereka dalam mematuhi pedoman yang lebih ketat yang ditetapkan untuk musim haji 2025.
(wbs)
Lihat Juga :