Gudang Arsip Dunia Kena Blokir! Internet Archive Dibungkam Komdigi: Konten Judi Online & Porno Jadi Biang Keladi!

Jum'at, 30 Mei 2025 - 08:13 WIB
loading...
Gudang Arsip Dunia Kena...
Komdigi memblokir gudang arsip dunia karena memiliki konten judi online dan pornografi. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Sebuah keputusan mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Di tengah gemuruh perang melawan konten haram di dunia maya, Komdigi menyatakan telah memblokir platform Internet Archive (Archive.org), sebuah "gudang arsip digital dunia" yang menyimpan jutaan konten.

Keputusan drastis ini diambil setelah ditemukan bukti tak terbantahkan: sejumlah konten yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama yang bermuatan perjudian online (judol) dan pornografi, bersarang di dalamnya!

Langkah ini bukan sekadar pemblokiran biasa. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan sangat hati-hati dan bukan secara gegabah.

"Kami telah berupaya berkomunikasi dengan pihak Internet Archive melalui surat resmi sebanyak beberapa kali, namun tidak mendapat respons yang memadai. Jadi langkah cepat harus diambil untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan aman bagi masyarakat," ujar Alex, seolah menyampaikan bahwa kesabaran Komdigi telah habis.

Komdigi memastikan bahwa pemblokiran selalu menjadi langkah terakhir yang terpaksa diambil ketika sebuah platform mengabaikan komunikasi dari regulator. Serangkaian tahapan telah dilalui, mulai dari pemberitahuan berkala, analisis konten yang mendalam, hingga koordinasi internal.

"Kami tidak pernah tiba-tiba menekan tombol blokir. Ada proses panjang yang kami tempuh, termasuk memberikan waktu kepada platform untuk merespons dan menindaklanjuti temuan kami," kata Alex.

Sebagai platform global dengan jutaan pengguna, Internet Archive memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mematuhi regulasi di setiap negara tempat layanannya tersedia. Oleh sebab itu, jika ditemukan pelanggaran, regulator memiliki hak penuh untuk melayangkan peringatan, dan jika diabaikan, tindakan lebih lanjut pun harus diambil.

"Kami menyadari nilai Internet Archive sebagai arsip digital dunia. Tapi nilai itu tidak bisa dijadikan tameng untuk membiarkan konten berbahaya dan melanggar hukum tetap tersedia di Indonesia," ucap Alex dengan nada tegas.

Penemuan konten pornografi dan perjudian online pada platform tersebut menjadi perhatian utama. Kedua jenis konten itu, menurut UU ITE dan regulasi digital nasional, tergolong pelanggaran serius yang merusak moral dan tatanan masyarakat.

"Ruang digital kita tidak boleh jadi ladang subur konten yang merusak. Kami di Komdigi punya mandat untuk menertibkan itu, dan setiap langkah yang kami ambil adalah demi perlindungan publik," tutur Alexander.

Namun, Alex juga memberikan secercah harapan. Ia menegaskan bahwa pemblokiran ini bersifat sementara, bukan permanen. Setelah pihak Internet Archive memastikan konten yang melanggar telah dibersihkan dan sistem moderasi platform diperkuat, maka akses terhadap Internet Archive akan kembali dibuka.

Baca Juga: Badai Korupsi PDNS Terjang Komdigi: Tim Internal Dibentuk, Meutya Hafid Tegaskan Bersih-bersih!

"Ini sudah jadi praktik umum dalam diplomasi digital. Ketika komunikasi tak berjalan, tindakan konkret bisa jadi penggerak solusi. Kami sudah lakukan itu dengan platform besar lainnya seperti YouTube, Google, dan TikTok," ungkapnya, mengisyaratkan bahwa dialog dan tindakan tegas adalah kombinasi yang efektif dalam menjaga kedaulatan digital.

Kasus pemblokiran Internet Archive ini menjadi babak baru dalam perang tanpa henti melawan konten ilegal di dunia maya. Ini adalah peringatan keras bagi semua platform, baik lokal maupun global, bahwa kedaulatan digital suatu negara harusdihormati.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Babak Belur Dihantam...
Babak Belur Dihantam Kritik Global: Insiden Bocornya Rahasia Triliunan Rupiah Paksa IGRS Dievaluasi Total
Komdigi Hentikan Sementara...
Komdigi Hentikan Sementara IGRS, Siap Lakukan Evaluasi
Komdigi Tindak 4,1 Juta...
Komdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Dorong Penguatan Perang Melawan Pembajakan Digital
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Rekomendasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Berita Terkini
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved