200 Juta Kata Sandi Facebook, Netflix, Apple, dan Google Bocor
Kamis, 29 Mei 2025 - 21:23 WIB
loading...
Data bocor. FOTO/ DAILY
A
A
A
LONDON - Hampir 200.000.000 kata sandi telah terbongkar setelah pencuri digital mencuri data yang terkait dengan beberapa perusahaan teknologi terbesar di dunia.
BACA JUGA - Berebut Superpower Sains
Daftar detail login orang-orang terbongkar di basis data publik termasuk nama pengguna, email, kata sandi, dan dalam beberapa kasus, data keuangan.
Seperti dilansir dari Metro, pakar keamanan kini memperingatkan orang-orang untuk mengubah kata sandi mereka guna meminimalkan risiko.
Di antara platform yang terpengaruh oleh aktivitas tersebut adalah Google, Facebook, Microsoft, Apple, Snapchat, Netflix, Roblox, dan Paypal.
Data tersebut diyakini telah dicuri menggunakan jenis perangkat lunak berbahaya yang disebut malware infostealer, menurut Website Planet.
Malware tersebut menginfeksi perangkat individual dan secara diam-diam mencuri kata sandi yang tersimpan, data pelengkapan otomatis, email, dokumen, dan cookie browser.
Ia bertindak seperti pencopet digital yang mencuri informasi sensitif yang tersimpan di komputer atau ponsel pengguna saat mereka sedang online.
Penjahat dunia maya kemudian menggunakan data yang dicuri untuk membobol akun lain, mengirim pesan palsu (phishing) atau melakukan pencurian identitas.
BACA JUGA - Berebut Superpower Sains
Daftar detail login orang-orang terbongkar di basis data publik termasuk nama pengguna, email, kata sandi, dan dalam beberapa kasus, data keuangan.
Seperti dilansir dari Metro, pakar keamanan kini memperingatkan orang-orang untuk mengubah kata sandi mereka guna meminimalkan risiko.
Di antara platform yang terpengaruh oleh aktivitas tersebut adalah Google, Facebook, Microsoft, Apple, Snapchat, Netflix, Roblox, dan Paypal.
Data tersebut diyakini telah dicuri menggunakan jenis perangkat lunak berbahaya yang disebut malware infostealer, menurut Website Planet.
Malware tersebut menginfeksi perangkat individual dan secara diam-diam mencuri kata sandi yang tersimpan, data pelengkapan otomatis, email, dokumen, dan cookie browser.
Ia bertindak seperti pencopet digital yang mencuri informasi sensitif yang tersimpan di komputer atau ponsel pengguna saat mereka sedang online.
Penjahat dunia maya kemudian menggunakan data yang dicuri untuk membobol akun lain, mengirim pesan palsu (phishing) atau melakukan pencurian identitas.
(wbs)
Lihat Juga :