Proyek Rudal Golden Dome Akan Mengganggu Keseimbangan Bumi
Selasa, 27 Mei 2025 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengatakan sistem itu realistis dan telah dipelajari sejak lama, dan ia yakin bahwa kemampuan ilmiah AS akan memungkinkannya terwujud.
Analis pertahanan Tom Karako mengatakan Golden Dome dibangun berdasarkan perencanaan jangka panjang, tidak terburu-buru.
Namun, biaya proyek ini sangat besar. Kantor Anggaran Kongres memperkirakan komponen luar angkasa saja mencapai USD542 miliar.
Trump mengatakan proyek itu akan dikembangkan di beberapa negara bagian termasuk Florida, Georgia, Indiana, dan Alaska, yang melibatkan perusahaan pertahanan besar yang belum diumumkan.
Lockheed Martin mendukung inisiatif ini dan menyamakannya dengan "Proyek Manhattan", yang menggambarkan betapa pentingnya proyek ini bagi keamanan AS.
Chief Operating Officer Lockheed, Frank St. John, menjelaskan bahwa sistem tersebut akan bertahan terhadap rudal nuklir, rudal balistik jarak menengah, rudal jelajah, dan berbagai ancaman udara lainnya.
Trump juga mengumumkan bahwa Jenderal Michael Guetlein dari Space Force akan memimpin proyek tersebut, meskipun belum ada pendanaan resmi yang dialokasikan sejauh ini dan proyek tersebut masih dalam tahap konseptual.
Analis pertahanan Tom Karako mengatakan Golden Dome dibangun berdasarkan perencanaan jangka panjang, tidak terburu-buru.
Namun, biaya proyek ini sangat besar. Kantor Anggaran Kongres memperkirakan komponen luar angkasa saja mencapai USD542 miliar.
Trump mengatakan proyek itu akan dikembangkan di beberapa negara bagian termasuk Florida, Georgia, Indiana, dan Alaska, yang melibatkan perusahaan pertahanan besar yang belum diumumkan.
Lockheed Martin mendukung inisiatif ini dan menyamakannya dengan "Proyek Manhattan", yang menggambarkan betapa pentingnya proyek ini bagi keamanan AS.
Chief Operating Officer Lockheed, Frank St. John, menjelaskan bahwa sistem tersebut akan bertahan terhadap rudal nuklir, rudal balistik jarak menengah, rudal jelajah, dan berbagai ancaman udara lainnya.
Trump juga mengumumkan bahwa Jenderal Michael Guetlein dari Space Force akan memimpin proyek tersebut, meskipun belum ada pendanaan resmi yang dialokasikan sejauh ini dan proyek tersebut masih dalam tahap konseptual.
Lihat Juga :