Sehari di Langit, Seribu Tahun di Bumi Ternyata Bukan Mitos Belaka
Minggu, 25 Mei 2025 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Venus, uniknya, membutuhkan 243 hari Bumi hanya untuk berputar sekali (satu hari), dan satu tahunnya adalah 224,7 hari Bumi. Ini berarti, sehari di Venus lebih lama dari satu tahunnya.
Melihat perbedaan ekstrem tersebut, maka logis untuk bertanya: bagaimana waktu berlalu di luar tata surya, di galaksi lain, atau bahkan di batas alam semesta? Apakah benar ada tempat di mana “satu hari setara dengan seribu tahun”?
Penelitian dari Pusat Penelitian Astronomi Radio Internasional (ICRAR) di Australia yang diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society di Inggris menunjukkan bahwa:
Matahari membutuhkan lebih dari 200 juta tahun untuk mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti sekali.
Galaksi Bima Sakti sendiri, sebagai struktur spiral besar yang terdiri dari miliaran bintang, memerlukan waktu sekitar 1 miliar tahun untuk menyelesaikan satu rotasi penuh.
Profesor Gerhardt Meurer dari ICRAR menyatakan :“Tak peduli apakah suatu galaksi besar atau kecil, jika Anda berada di pinggiran piringan galaksi dan ikut berputar bersamanya, maka Anda memerlukan sekitar 1 miliar tahun untuk satu kali putaran.”
Jika kita menganggap Galaksi Bima Sakti sebagai “planet”, maka hidup selama 1 tahun di sana akan setara dengan 1 miliar tahun waktu Bumi. Maka tidak heran jika kalimat “sehari di langit, seribu tahun di Bumi” tampak sangat masuk akal secara ilmiah, setidaknya dalam konteks relativitas waktu skala kosmis.
Demikian pula dalam ajaran Buddha, dikatakan bahwa alam semesta memiliki 33 tingkatan langit. Jika atmosfer Bumi dianggap sebagai tingkat pertama, maka tingkat-tingkat berikutnya mencakup tata surya, galaksi, gugusan galaksi, dan semesta yang lebih tinggi lagi semakin tinggi, maka waktu berjalan semakin lambat, bisa mencapai milyaran kali lebih lambat dibandingkan waktu di Bumi.
Melihat perbedaan ekstrem tersebut, maka logis untuk bertanya: bagaimana waktu berlalu di luar tata surya, di galaksi lain, atau bahkan di batas alam semesta? Apakah benar ada tempat di mana “satu hari setara dengan seribu tahun”?
Penelitian dari Pusat Penelitian Astronomi Radio Internasional (ICRAR) di Australia yang diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society di Inggris menunjukkan bahwa:
Matahari membutuhkan lebih dari 200 juta tahun untuk mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti sekali.
Galaksi Bima Sakti sendiri, sebagai struktur spiral besar yang terdiri dari miliaran bintang, memerlukan waktu sekitar 1 miliar tahun untuk menyelesaikan satu rotasi penuh.
Profesor Gerhardt Meurer dari ICRAR menyatakan :“Tak peduli apakah suatu galaksi besar atau kecil, jika Anda berada di pinggiran piringan galaksi dan ikut berputar bersamanya, maka Anda memerlukan sekitar 1 miliar tahun untuk satu kali putaran.”
Jika kita menganggap Galaksi Bima Sakti sebagai “planet”, maka hidup selama 1 tahun di sana akan setara dengan 1 miliar tahun waktu Bumi. Maka tidak heran jika kalimat “sehari di langit, seribu tahun di Bumi” tampak sangat masuk akal secara ilmiah, setidaknya dalam konteks relativitas waktu skala kosmis.
Demikian pula dalam ajaran Buddha, dikatakan bahwa alam semesta memiliki 33 tingkatan langit. Jika atmosfer Bumi dianggap sebagai tingkat pertama, maka tingkat-tingkat berikutnya mencakup tata surya, galaksi, gugusan galaksi, dan semesta yang lebih tinggi lagi semakin tinggi, maka waktu berjalan semakin lambat, bisa mencapai milyaran kali lebih lambat dibandingkan waktu di Bumi.
Lihat Juga :