Kemarau Basah Melanda Indonesia, Musim Kemarau Tetapi Hujan Deras
Jum'at, 23 Mei 2025 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan prakiraan musim kemarau 2025 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami kemarau basah. BMKG menyebutkan bahwa sekitar 185 Zona Musim (ZOM) atau 26 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau dengan intensitas hujan di atas normal.
“Wilayah-wilayah ini diprediksi akan menerima akumulasi curah hujan musiman yang lebih tinggi dari biasanya,” demikian disampaikan dalam laporan BMKG tentang Prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia.
Wilayah-wilayah yang akan terdampak kemarau basah mencakup sebagian kecil Provinsi Aceh, sebagian besar Lampung, wilayah barat hingga tengah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian kecil Sulawesi, dan wilayah tengah Papua.
Dalam keterangan di situs resminya, BMKG menyatakan bahwa kondisi kemarau basah atau curah hujan di atas normal masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga periode Juni sampai Agustus 2025.
BMKG memperkirakan bahwa pada Juni 2025, sekitar 56,54 persen wilayah akan mengalami kondisi lebih lembap dari biasanya. Persentase ini meningkat pada Juli menjadi 75,3 persen, dan pada Agustus mencapai 84,94 persen wilayah yang terdampak.
BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau 2025 akan berlangsung lebih singkat dibandingkan biasanya. Prediksi ini didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis terhadap dinamika iklim global dan regional hingga pertengahan April 2025.
“Musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan terjadi dengan durasi yang lebih pendek dari biasanya,” ujar BMKG.
“Wilayah-wilayah ini diprediksi akan menerima akumulasi curah hujan musiman yang lebih tinggi dari biasanya,” demikian disampaikan dalam laporan BMKG tentang Prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia.
Wilayah-wilayah yang akan terdampak kemarau basah mencakup sebagian kecil Provinsi Aceh, sebagian besar Lampung, wilayah barat hingga tengah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian kecil Sulawesi, dan wilayah tengah Papua.
Dalam keterangan di situs resminya, BMKG menyatakan bahwa kondisi kemarau basah atau curah hujan di atas normal masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga periode Juni sampai Agustus 2025.
BMKG memperkirakan bahwa pada Juni 2025, sekitar 56,54 persen wilayah akan mengalami kondisi lebih lembap dari biasanya. Persentase ini meningkat pada Juli menjadi 75,3 persen, dan pada Agustus mencapai 84,94 persen wilayah yang terdampak.
BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau 2025 akan berlangsung lebih singkat dibandingkan biasanya. Prediksi ini didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis terhadap dinamika iklim global dan regional hingga pertengahan April 2025.
“Musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan terjadi dengan durasi yang lebih pendek dari biasanya,” ujar BMKG.
Lihat Juga :