Kemarau Basah Melanda Indonesia, Musim Kemarau Tetapi Hujan Deras
Jum'at, 23 Mei 2025 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Durasi musim kemarau 2025 bervariasi di tiap daerah. Di Sumatera, sebagian besar Zona Musim diperkirakan mengalami kemarau selama 3 hingga 12 dasarian (setiap dasarian berlangsung 10 hari). Di Jawa, durasinya antara 10 hingga 21 dasarian. Di Kalimantan, diprediksi berlangsung selama 3 hingga 15 dasarian.
Sementara itu, wilayah Sulawesi diperkirakan mengalami musim kemarau antara 3 hingga 24 dasarian. Untuk Bali, NTB, dan NTT, durasinya antara 13 hingga 24 dasarian. Di Maluku, musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 9 dasarian, sedangkan di Papua berkisar antara 3 hingga 21 dasarian.
“Sebagian besar wilayah Indonesia yaitu sebanyak 298 ZOM (42 persen wilayah) diprediksi mengalami musim kemarau lebih pendek dari biasanya meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara dan sebagian kecil wilayah Papua,” ungkap BMKG.
Namun demikian, terdapat pula wilayah yang mengalami musim kemarau lebih panjang, yakni sebanyak 181 ZOM (26 persen wilayah), yang mencakup sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Sebanyak 103 ZOM (15 persen wilayah) diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang relatif sama dengan biasanya. Wilayah ini mencakup Kalimantan bagian utara, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Jayawijaya di Papua.
Setelah melewati puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus, BMKG memprakirakan bahwa masa peralihan menuju musim hujan atau pancaroba akan berlangsung pada September hingga November. Selanjutnya, musim hujan diperkirakan mulai pada Desember 2025 hingga Februari 2026.
Sementara itu, wilayah Sulawesi diperkirakan mengalami musim kemarau antara 3 hingga 24 dasarian. Untuk Bali, NTB, dan NTT, durasinya antara 13 hingga 24 dasarian. Di Maluku, musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 9 dasarian, sedangkan di Papua berkisar antara 3 hingga 21 dasarian.
“Sebagian besar wilayah Indonesia yaitu sebanyak 298 ZOM (42 persen wilayah) diprediksi mengalami musim kemarau lebih pendek dari biasanya meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara dan sebagian kecil wilayah Papua,” ungkap BMKG.
Namun demikian, terdapat pula wilayah yang mengalami musim kemarau lebih panjang, yakni sebanyak 181 ZOM (26 persen wilayah), yang mencakup sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Sebanyak 103 ZOM (15 persen wilayah) diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang relatif sama dengan biasanya. Wilayah ini mencakup Kalimantan bagian utara, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Jayawijaya di Papua.
Setelah melewati puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus, BMKG memprakirakan bahwa masa peralihan menuju musim hujan atau pancaroba akan berlangsung pada September hingga November. Selanjutnya, musim hujan diperkirakan mulai pada Desember 2025 hingga Februari 2026.
(wbs)
Lihat Juga :