Tertua di Dunia, Seni Lukis Sulawesi Diklaim Dibuat oleh Nenek Moyang Manusia
Senin, 19 Mei 2025 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
“Dilukis setidaknya 51.200 tahun yang lalu, komposisi naratif ini, yang menggambarkan figur-figur mirip manusia yang berinteraksi dengan seekor babi, kini menjadi contoh seni representasional dan penceritaan visual tertua yang masih ada di dunia,” tulis para penulis.
Akan tetapi, tanggal yang direvisi kini menimbulkan pertanyaan spesies mana yang bertanggung jawab, karena sebagian besar garis waktu menerima bahwa manusia modern meninggalkan Afrika paling cepat 90.000 tahun yang lalu.
Di Sulawesi, peninggalan manusia modern paling awal yang diketahui berasal dari 25.000 tahun yang lalu, tetapi bukti aktivitas manusia sebelumnya ada dalam bentuk tempat berlindung dari batu dan peralatan yang terbuat dari batu.
Jika suatu spesies sebelum manusia modern ditemukan memiliki kemampuan kognitif untuk menciptakan karya seni, hal itu dapat menghancurkan pemahaman para ahli tentang nenek moyang awal kita.
Apa pun spesies yang menciptakan karya seni tersebut, para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan “budaya bercerita yang kaya yang berkembang pada periode awal sejarah panjang H. sapiens di wilayah ini khususnya, penggunaan representasi pemandangan untuk menceritakan kisah visual tentang hubungan manusia-hewan”.
Akan tetapi, tanggal yang direvisi kini menimbulkan pertanyaan spesies mana yang bertanggung jawab, karena sebagian besar garis waktu menerima bahwa manusia modern meninggalkan Afrika paling cepat 90.000 tahun yang lalu.
Di Sulawesi, peninggalan manusia modern paling awal yang diketahui berasal dari 25.000 tahun yang lalu, tetapi bukti aktivitas manusia sebelumnya ada dalam bentuk tempat berlindung dari batu dan peralatan yang terbuat dari batu.
Jika suatu spesies sebelum manusia modern ditemukan memiliki kemampuan kognitif untuk menciptakan karya seni, hal itu dapat menghancurkan pemahaman para ahli tentang nenek moyang awal kita.
Apa pun spesies yang menciptakan karya seni tersebut, para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan “budaya bercerita yang kaya yang berkembang pada periode awal sejarah panjang H. sapiens di wilayah ini khususnya, penggunaan representasi pemandangan untuk menceritakan kisah visual tentang hubungan manusia-hewan”.
(wbs)
Lihat Juga :