Tertua di Dunia, Seni Lukis Sulawesi Diklaim Dibuat oleh Nenek Moyang Manusia
Senin, 19 Mei 2025 - 18:43 WIB
loading...
Seni Lukis di Gua Sulawesi. FOTO/ NATIONAL GEOGRAFI
A
A
A
MAKASSAR - Lukisan gua yang berasal dari 24.000 tahun yang lalu sebelumnya telah ditemukan di Spanyol. dikalahkan oleh sebuah penemuan lukisan di Sulawesi, Indonesia.
BACA JUGA - Aksi Vandalisme Hancurkan Lukisan Gua Berusia 30 Ribu Tahun
Lukisan yang ditemukan di sebuah gua di Sulawesi kini menjadi lukisan tertua yang diketahui manusia, berusia 51.200 tahun. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejarah aktivitas manusia di pulau tersebut dan migrasi secara lebih luas.
Kemajuan teknologi kini telah memungkinkan analisis terhadap karya seni tersebut, yang menggambarkan sejumlah tokoh termasuk seekor babi, dan menentukan penanggalannya dengan lebih akurat, sehingga membuatnya setidaknya 4.040 tahun lebih tua daripada perkiraan awal bahwa karya seni itu digambar 43.900 tahun lalu.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Indonesia Adhi Augus Oktaviana menggunakan teknik yang disebut pencitraan seri U ablasi laser, yang menurut mereka dalam penelitian tersebut merupakan “aplikasi baru dari pendekatan ini”.
BACA JUGA - Aksi Vandalisme Hancurkan Lukisan Gua Berusia 30 Ribu Tahun
Lukisan yang ditemukan di sebuah gua di Sulawesi kini menjadi lukisan tertua yang diketahui manusia, berusia 51.200 tahun. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejarah aktivitas manusia di pulau tersebut dan migrasi secara lebih luas.
Kemajuan teknologi kini telah memungkinkan analisis terhadap karya seni tersebut, yang menggambarkan sejumlah tokoh termasuk seekor babi, dan menentukan penanggalannya dengan lebih akurat, sehingga membuatnya setidaknya 4.040 tahun lebih tua daripada perkiraan awal bahwa karya seni itu digambar 43.900 tahun lalu.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Indonesia Adhi Augus Oktaviana menggunakan teknik yang disebut pencitraan seri U ablasi laser, yang menurut mereka dalam penelitian tersebut merupakan “aplikasi baru dari pendekatan ini”.
Lihat Juga :