Jangan Sampai Ketinggalan! Bitcoin Cs Bangkit dari Kubur, Siap-Siap Panen Cuan?
Kamis, 15 Mei 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Euforia juga menjalar ke pasar saham AS, yang ditutup menghijau pada Selasa (13/05). Indeks S&P 500 naik 0,7%, mencatatkan kinerja positif untuk tahun ini, sebuah pemandangan yang terakhir terlihat sejak Februari. Lonjakan saham-saham teknologi seperti Palantir (+8,1%), Super Micro Computer (+16%), Tesla (+4,9%), dan Nvidia (+5,6%) menjadi motor penggerak utama.
Nasdaq pun ikut bergairah, menguat 1,6%. Di sisi lain, Dow Jones harus sedikit tertahan, turun 0,6% akibat anjloknya saham UnitedHealth sebesar 18% setelah CEO-nya mengumumkan pengunduran diri.
Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyebut ada optimisme investor di pasar kripto dan Saham AS yang turut dipicu oleh laporan inflasi CPI yang menunjukkan penurunan ke 2,3%, lebih rendah dari ekspektasi ekonom di 2,4%, serta merupakan angka terendah sejak 2021.
Lebih lanjut, Fahmi menambahkan sentuhan kehati-hatian di tengah euforia. “Terlepas dari ketidakpastian terkait dampak kebijakan dagang Presiden Trump yang masih membayangi, perkembangan tersebut menggambarkan kondisi ekonomi AS yang masih cukup solid,” katanya.
Dari sisi kebijakan, kesepakatan dagang terbaru AS dengan Inggris dan China, serta pelonggaran tarif barang bernilai rendah dari China, turut memberikan sinyal positif bagi pasar. Namun, Fahmi mengingatkan bahwa “investor terlihat masih cukup berhati-hati di tengah tren positif yang terjadi saat ini, terlihat dari kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai sebesar 0,6% ke USD3.240,30 (sekitar Rp51.844.800). Investor tradisional AS juga terlihat melakukan profit taking dan hold pada investasi Bitcoin mereka,”.
Nasdaq pun ikut bergairah, menguat 1,6%. Di sisi lain, Dow Jones harus sedikit tertahan, turun 0,6% akibat anjloknya saham UnitedHealth sebesar 18% setelah CEO-nya mengumumkan pengunduran diri.
Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyebut ada optimisme investor di pasar kripto dan Saham AS yang turut dipicu oleh laporan inflasi CPI yang menunjukkan penurunan ke 2,3%, lebih rendah dari ekspektasi ekonom di 2,4%, serta merupakan angka terendah sejak 2021.
Lebih lanjut, Fahmi menambahkan sentuhan kehati-hatian di tengah euforia. “Terlepas dari ketidakpastian terkait dampak kebijakan dagang Presiden Trump yang masih membayangi, perkembangan tersebut menggambarkan kondisi ekonomi AS yang masih cukup solid,” katanya.
Dari sisi kebijakan, kesepakatan dagang terbaru AS dengan Inggris dan China, serta pelonggaran tarif barang bernilai rendah dari China, turut memberikan sinyal positif bagi pasar. Namun, Fahmi mengingatkan bahwa “investor terlihat masih cukup berhati-hati di tengah tren positif yang terjadi saat ini, terlihat dari kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai sebesar 0,6% ke USD3.240,30 (sekitar Rp51.844.800). Investor tradisional AS juga terlihat melakukan profit taking dan hold pada investasi Bitcoin mereka,”.
Lihat Juga :