Jangan Sampai Ketinggalan! Bitcoin Cs Bangkit dari Kubur, Siap-Siap Panen Cuan?
Kamis, 15 Mei 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Fahmi menjelaskan bahwa pasar mungkin membutuhkan katalis baru untuk melanjutkan reli yang ada. “Meskipun tren positif yang ada khususnya di pasar kripto masih terlihat cukup solid, area harga USD106.000 (Rp1.696.000.000) berpotensi menjadi resistance yang cukup sulit untuk dilewati di tengah potensi kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat kebijakan tarif Trump yang masih membayangi optimisme pasar saat ini,” imbuhnya.
Lantas, apa yang bisa menjadi bahan bakar reli selanjutnya? Fahmi memberikan beberapa opsi menarik.
“Perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan perdagangan AS yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan ekonomi, disahkannya kebijakan pro-kripto AS yang memiliki dampak signifikan, serta optimisme The Fed untuk menurunkan suku bunga, merupakan beberapa contoh potensi katalis baru yang mungkin dapat berkembang ke depan,” jelasnya.
Baca Juga: Arus Modal ke Bitcoin Capai Rp669 Triliun, Harga Diprediksi Tembus USD150.000
Menyikapi situasi yang penuh dinamika ini, Fahmi memberikan saran bijak bagi para investor. “Bagi investor yang cenderung konservatif, situasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengamankan profit baik sebagian maupun keseluruhan sambil memantau perkembangan lebih lanjut untuk melakukan entry. Sedangkan bagi para investor yang memiliki tujuan jangka panjang, strategi hold atau bahkan buy more seperti yang dilakukan oleh Strategy dengan pembelian Bitcoin senilai USD1,34 miliar (sekitar Rp21.440.000.000.000) baru-baru ini menjadi opsi yang tidak kalah menarik,”katanya.
Lantas, apa yang bisa menjadi bahan bakar reli selanjutnya? Fahmi memberikan beberapa opsi menarik.
“Perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan perdagangan AS yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan ekonomi, disahkannya kebijakan pro-kripto AS yang memiliki dampak signifikan, serta optimisme The Fed untuk menurunkan suku bunga, merupakan beberapa contoh potensi katalis baru yang mungkin dapat berkembang ke depan,” jelasnya.
Baca Juga: Arus Modal ke Bitcoin Capai Rp669 Triliun, Harga Diprediksi Tembus USD150.000
Menyikapi situasi yang penuh dinamika ini, Fahmi memberikan saran bijak bagi para investor. “Bagi investor yang cenderung konservatif, situasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengamankan profit baik sebagian maupun keseluruhan sambil memantau perkembangan lebih lanjut untuk melakukan entry. Sedangkan bagi para investor yang memiliki tujuan jangka panjang, strategi hold atau bahkan buy more seperti yang dilakukan oleh Strategy dengan pembelian Bitcoin senilai USD1,34 miliar (sekitar Rp21.440.000.000.000) baru-baru ini menjadi opsi yang tidak kalah menarik,”katanya.
(dan)
Lihat Juga :