Pesawat dari Barang Rongsok Bukti Inovasi Pakistan Tak Bisa Disepelekan

Senin, 12 Mei 2025 - 20:48 WIB
loading...
Pesawat dari Barang...
Pesawat dari Barang Rongsok. FOTO/ AFP
A A A
ISLAMABAD - Pakistan memodifikasi pesawat tempur menjadi buatan China bukanlah yang pertama, sebelumnya Pakistan pernah membuat dari barang rongsok alias bekas.

BACA JUGA - Pesawat Tempur Hasil Kolaborasi Beberapa Negara

Mesinnya dari alat pemotong aspal, sayapnya dari karung goni, roda-rodanya diambil dari roda becak. Seorang penjual popcorn atau berondong menarik perhatian Angkatan Udara Pakistan karena berhasil membuat pesawat sendiri.

Dilansir kantor berita AFP, kisah Muhammad Fayyaz membuat banyak orang di negara di mana jutaan warga seperti dirinya, memiliki akses pendidikan terbatas dan berjuang untuk mendapat kesempatan.

“Saya benar-benar mengangkasa di udara. Saya tidak bisa merasakan lainnya,” kata Fayyaz menceritakan penerbangan pertama dengan menggunakan pesawat yang dia bangun hanya dengan menonton tayangan TV dan cetak biru online.

Pria berusia 32 tahun itu saat kecil bermimpi untuk bergabung dengan Angkatan Udara. Namun ketika ayahnya meninggal, dia harus berhenti sekolah saat kelas delapan dan bekerja serabutan untuk menghidupi ibu dan kelima saudaranya yang lebih muda.

Saat dewasa, mimpinya untuk terbang tidak pupus. Dia kemudian bertaruh untuk mimpi baru dan menggunakan semua yang dia miliki untuk menciptakan karyanya.

Siang hari, dia bekerja sebagai penjual berondong jagung. Malam hari, dia bekerja sebagai penjaga keamanan. Dia menabung setiap rupee yang bisa dia sisihkan.

Hal pertama yang harus dia lakukan adalah mengumpulkan informasi. Fayyaz memulai dengan menonton episode Investigasi Kecelakaan Udara dari National Geographic untuk mendapatkan informasi mengenai daya dorong, tekanan udara, daya putar, dan tenaga penggerak.

Akses internet yang murah di kota tetangga membantu mengisi kekurangan. Fayyaz mengklaim dia menyambung cetak biru yang dia temukan online untuk ciptaannya.

Dia juga menjual sebagian lahan milik keluarga dan mengambil pinjaman sejumlah 50 ribu rupee atau sekitar Rp 10,3 juta dari sebuah lembaga simpan pinjam. Hingga sekarang Fayyaz masih mencicil pinjaman tersebut.

Dia dengan kreatif memanfaatkan dana minim itu. Membeli karung goni dari grosir dan membujuk seorang karyawan bengkel, yang melihatnya mencari bahan-bahan, untuk membuatkannya baling-baling.

Selanjutnya adalah uji coba. Beberapa peralatan harus diganti, desain harus diubah, kabel-kabel harus disusun ulang.

Meski keluarganya khawatir dia terobsesi, Fayyaz tidak menyerah. Hasilnya? Pesawat mungil, rapuh dan dicat biru terang.

Beresheet, pesawat ruang angkasa milik Israel berbobot 585 kilogrammes (1,290 pounds) dalam presentasi oleh lembaga nirlaba Israel SpaceIL dan BUMN Israeli Aerospace Industries di Yehud, timur Tel Aviv, 17 Desember 2018.

Pesawat sempat mencapai kecepatan 120kph sebelum lepas landas, kata Ameer Hussain, seorang saksi yang mengaku mengendarai sepeda motor di sebelah pesawat itu, kepada AFP.

“Pesawat itu terbang antara dua dan dua setengah kaki di atas tanah,” katanya. “Pesawat itu terbang sekitar dua-tiga kilometer sebelum mendarat.”

Dia memilih Hari Pakistan, 23 Maret untuk hari besarnya. Polisi mengatakan ratusan orang berkerumun dekat pesawat mungilnya. Banyak di antara mereka menggenggam bendera nasional Pakistan.

Belum juga Fayyaz menyalakan mesinnya, polisi tiba dan menahannya serta menyita pesawatnya.

“Saya merasa saya sudah melakukan perbuatan terburuk di dunia, saya merasa seperti orang paling buruk di Pakistan,” katanya. “Saya ditahan bersama para kriminal.”

Ketika AFP mengunjungi kantor polisi setempat, para pejabat mengatakan dia ditangkap karena pesawatnya dianggap mengancam keselamatan.

Polisi Zafar Iqbal menjelaskan: “Pesawat dikembalikan sebagai tanda itikad baik. Bila dia sudah punya izin terbang, dia bebas untuk terbang.”

Nasib apes Fayyaz ternyata berbuah ketenaran di media sosial. Beberapa netizen memanggilnya “pahlawan” dan “inspirasi.”
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved