Beragam Kejahatan kini Ada di TikTok, Ini Modusnya

Selasa, 06 Mei 2025 - 09:32 WIB
loading...
Beragam Kejahatan kini...
TikTok. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Platform media sosial seperti TikTok tak hanya menjadi hiburan, tetapi jadi wadah para pelaku kejahatan siber, mencari sasaran empuk. Jika Anda tidak sengaja mengklik tautan mencurigakan di TikTok, segera ambil langkah-langkah keamanan berikut untuk melindungi data pribadi dan akun Anda.

BACA JUGA - Profil CEO TikTok Shou Zi Chew yang Larang Anaknya Bermain TikTok

Phishing adalah metode penipuan digital di mana pelaku menyamar sebagai pihak tepercaya untuk mencuri informasi sensitif, seperti kata sandi, detail kartu kredit, atau data pribadi. Di TikTok, tautan phishing sering muncul dalam bentuk link.

TikTok masih menjadi salah satu platform media sosial yang paling populer hingga saat ini, khususnya di kalangan gen Z dan milenial. Tidak main-main, TikTok bahkan berhasil menggaet lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia melalui berbagai fitur dan konten menariknya. Sayangnya, aplikasi TikTok juga turut dimanfaatkan oleh para penipu untuk melancarkan modus penipuan online alias scam terhadap para pengguna TikTok.

Ada beragam jenis scam di TikTok yang biasanya menjadi modus scammers untuk mengambil keuntungan finansial atau mencuri data pribadi dari korbannya. Scammers biasanya menciptakan akun TikTok palsu untuk berpura-pura menjadi influencer yang mengiming-imingi income tambahan sehingga dapat mengecoh korbannya. Lantas, apa saja jenis scam di TikTok yang wajib kamu waspadai? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Salah satu jenis scam di TikTok yang kerap dilancarkan untuk menipu para pengguna TikTok adalah dengan membuat akun influencer atau selebriti palsu.

Tokoh influencer atau selebriti TikTok menjadi sasaran empuk pemalsuan akun untuk melancarkan penipuan di TikTok. Untuk meyakinkan target audiensnya, para scammers akan menyematkan berbagai informasi detail dari akun influencer atau selebriti yang asli ke tampilan akun TikTok palsu buatannya.

Tidak main-main, para scammers juga sering melakukan pencurian konten sosial media dari akun aslinya agar dapat menambah keyakinan fans dan meningkatkan lebih banyak followers-nya.

Masalahnya, setelah mendapatkan kepercayaan target audiensnya, mereka justru akan mempromosikan berbagai konten penipuan di TikTok, seperti judi online ataupun investasi mata uang kripto.

Salah satu jenis scam di TikTok selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah modus penawaran followers TikTok bayaran. Scammers akan mengiming-imingi para target korbannya dengan mengklaim bahwa mereka bisa meningkatkan jumlah followers akun TikTok kamu menjadi ribuan dan bahkan jutaan followers dengan harga murah. Masalahnya, jasa peningkatan jumlah followers TikTok ini juga merupakan jenis scam yang dapat merugikanmu.

Ribuan akun followers yang ditawarkan sebenarnya merupakan akun palsu atau bot yang tidak akan memberikan dampak positif terhadap engagement akun TikTok milikmu.

Hal ini juga sering dijadikan modus scamming di TikTok untuk mendapatkan informasi akun kamu yang bersifat rahasia, seperti email, password, ataupun kode verifikasi. Dengan modus ini, mereka akan mengambil alih akun TikTok milikmu secara lebih mudah untuk kepentingannya sendiri.

Akun bot adalah akun yang tidak dikendalikan oleh pengguna manusia secara langsung, melainkan justru diciptakan secara khusus dan dikendalikan oleh algoritma atau program komputer.

Modus penipuan dengan akun bot inilah yang menjadi salah satu jenis scam di TikTok yang sering memakan banyak korban. Terlebih lagi algoritma TikTok yang terbilang unik kerap kali menyediakan peluang besar bagi kehadiran banyak akun dan komentar bot.

Di balik ketenarannya dengan berbagai tren konten menarik dan unik, TikTok juga sering dimanfaatkan oleh pengguna yang tidak bertanggung jawab untuk menampilkan konten-konten dewasa. Hal inilah yang menjadi salah satu modus atau jenis scam di TikTok yang tidak jarang telah memakan banyak korban.

Scammers biasanya akan menyajikan berbagai konten dewasa di akun TikTok buatannya untuk menarik perhatian para target audiensnya.

Setelah berhasil menggaet banyak engagement, scammers akan mengiming-imingi para audiens akunnya dengan berbagai konten dewasa yang lebih banyak jika ingin membayar sejumlah uang.

Modus penipuan di TikTok yang satu ini mirip sekali dengan cara kerja platform OnlyFans yang memang merupakan situs berbayar untuk konten dewasa. Pengguna TikTok yang tergiur biasanya akan membayar dan justru tidak akan mendapatkan konten apapun.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
Siapa Adam Presser,...
Siapa Adam Presser, Alumni Harvard Pro-China yang Jadi Bos TikTok Amerika?
Dari Bisu Jadi Triliuner:...
Dari Bisu Jadi Triliuner: Raja TikTok Khaby Lame Teken Kontrak Rp14,3 Triliun!
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Rekomendasi
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved