Jawaban Kenapa Kucing Berwarna Oranye Punya Banyak Kelebihan Akhirnya Terungkap

Kamis, 17 April 2025 - 09:10 WIB
loading...
A A A
Mamalia secara acak menonaktifkan salah satu dari dua kromosom X di setiap sel mereka untuk menghindari ekspresi produk kromosom yang berlebihan. Hal ini menyebabkan kucing oranye betina memiliki mutasi oranye aktif di beberapa jaringan sel kulit mereka yang sedang berkembang, tepat di sebelah sel-sel tetangga tempat kromosom X dengan gen yang bermutasi dinonaktifkan.

Pada kejadian langka di mana kedua kromosom X membawa mutasi, si betina tumbuh menjadi bola api berbulu semerah jahe seperti si jantan.

Kucing oranye memiliki reputasi yang menggelikan karena tidak menjadi yang paling cerdas di antara spesiesnya. Selain anekdot, hubungan antara warna kucing dan kognisi tersebut tidak didukung secara ilmiah, tanpa konsekuensi negatif yang jelas dari mutasi ini pada kesehatan atau kesejahteraan mental.

Arhgap36 diketahui menyebabkan masalah perkembangan pada hewan lain ketika fungsinya berlebihan atau kurang. Namun, tampaknya pada kucing oranye, gen tersebut diekspresikan secara berlebihan hanya pada sel pigmen yang sedang berkembang dan matang yang disebut melanosit.

"Perbedaan antara kucing tortoiseshell dan calico adalah adanya mutasi bercak putih tambahan pada calico yang memengaruhi kemampuan melanosit yang sedang berkembang untuk bertahan hidup saat mereka bermigrasi menjauh dari puncak saraf, yang memungkinkan klon melanosit yang bertahan hidup untuk berkembang di wilayah tubuh yang lebih besar," Barsh dan rekan-rekannya menjelaskan .

Studi kedua, yang dipimpin oleh ahli genetika Universitas Kyushu Hidehiro Toh, juga mengidentifikasi Arhgap36 sebagai gen bulu kucing oranye. Mereka menemukan ekspresi gen ini yang lebih besar menekan gen pigmen warna, menggeser pigmen eumelanin coklat tua ke hitam ke pigmen pheomelanin kemerahan ke kuning .
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Amerika Serikat Akhirnya...
Amerika Serikat Akhirnya Punya Duta Besar untuk UEA
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved