China Hentikan Ekspor Unsur Tanah dan Magnet untuk Industri Chip AS

Selasa, 15 April 2025 - 11:58 WIB
loading...
A A A
Penghentian ekspor ini akan menciptakan masalah rantai pasokan global karena China memegang 70% produksi REE olahan dan 90% produksi magnet dengan REE.

Semua ini penting untuk produksi kendaraan, EV, peralatan elektronik, semikonduktor, dan bahkan peralatan militer.

Jepang dan Australia memiliki kemampuan ekspor REE tetapi tidak memenuhi kebutuhan pasar. Kanada mengumumkan akan memulai penambangan REE tahun lalu tetapi operasinya baru akan dimulai dalam 10-15 tahun ke depan.

Cina mendominasi pasar pengolahan REE karena merupakan industri yang mencemari lingkungan.
Hal inilah yang menjadi faktor mengapa pabrik pengolahan REE Lynas di Pahang sempat mendapat protes dari warga sekitar dan menimbulkan polusi debu di sekitar unsur-unsur yang ditambang beberapa tahun lalu sebelum moratorium dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Ekspor REE ke berbagai negara di seluruh dunia dilakukan oleh China untuk mencegah Amerika Serikat memperoleh pasokan sejak pembatasan diberlakukan terhadap negara tersebut tahun lalu karena Amerika Serikat menempatkan beberapa perusahaan China dalam daftar entitas karena diduga membantu mengembangkan senjata untuk kebutuhan militer.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved