Oksigen di Galaksi Terjauh Ungkap Rahasia Awal Mula Kehidupan di Bumi
Selasa, 25 Maret 2025 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan menemukan oksigen di galaksi terjauh yang diketahui ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/S. Carniani dkk./S. Schouws dkk/JWST: NASA, ESA, CSA, STScI, Brant Robertson (UC Santa Cruz), Ben Johnson (CfA), Sandro Tacchella (Cambridge), Phill Cargile (CfA)
Penemuan oksigen memberi tahu para astronom bahwa galaksi tersebut secara kimiawi lebih matang daripada yang diperkirakan. Para peneliti percaya bahwa pada usianya, galaksi tersebut terlalu muda untuk memiliki galaksi dengan unsur-unsur berat, tetapi galaksi tersebut memiliki sekitar 10 kali lebih banyak dari yang mereka perkirakan.
Galaksi biasanya memulai keberadaannya dengan bintang-bintang muda yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur yang lebih ringan seperti hidrogen dan helium. Seiring waktu, saat bintang berevolusi, mereka menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, yang dilepaskan ke galaksi induknya saat mereka mati.
"Ini seperti menemukan remaja yang hanya akan melihat bayi," menurut Sander Schouws, penulis utama studi yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di The Astrophysical Journal . "Hasilnya menunjukkan galaksi telah terbentuk dengan sangat cepat dan juga mengalami pematangan dengan cepat, menambah bukti yang semakin banyak bahwa pembentukan galaksi terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan."
JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi NASA, ESA, CSA, STScI, B. Robertson (UC Santa Cruz), B. Johnson (CfA), S. Tacchella (Cambridge), P. Cargile (CfA)
Penemuan oksigen memberi tahu para astronom bahwa galaksi tersebut secara kimiawi lebih matang daripada yang diperkirakan. Para peneliti percaya bahwa pada usianya, galaksi tersebut terlalu muda untuk memiliki galaksi dengan unsur-unsur berat, tetapi galaksi tersebut memiliki sekitar 10 kali lebih banyak dari yang mereka perkirakan.
Galaksi biasanya memulai keberadaannya dengan bintang-bintang muda yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur yang lebih ringan seperti hidrogen dan helium. Seiring waktu, saat bintang berevolusi, mereka menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, yang dilepaskan ke galaksi induknya saat mereka mati.
"Ini seperti menemukan remaja yang hanya akan melihat bayi," menurut Sander Schouws, penulis utama studi yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di The Astrophysical Journal . "Hasilnya menunjukkan galaksi telah terbentuk dengan sangat cepat dan juga mengalami pematangan dengan cepat, menambah bukti yang semakin banyak bahwa pembentukan galaksi terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan."
JADES-GS-z14-0 berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi NASA, ESA, CSA, STScI, B. Robertson (UC Santa Cruz), B. Johnson (CfA), S. Tacchella (Cambridge), P. Cargile (CfA)
Lihat Juga :