Patogen Misterius yang Dikaitkan dengan Kutukan Mumi Terkuak
Jum'at, 14 Maret 2025 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Gandon adalah seorang peneliti di Pierre and Marie Curie University di Paris ketika makalah itu diterbitkan.
Tim peneliti dalam makalah diterbitkan pada 2013 di di jurnal International Biodeterioration & Biodegradation memperkirakan bintik-bintik coklat di makam Tutankhamun terbentuk akibat organisme yang tidak aktif.
Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh seorang profesor epidemiologi dan pengobatan pencegahan di Monash University-Australia, Mark Nelson, tidak menemukan bukti para penjelajah yang masuk ke dalam makam itu meninggal pada usia yang sangat muda.
Studi Nelson memeriksa catatan 25 orang yang bekerja atau masuk ke makam Firaun itu tak lama setelah ditemukan. Rata-rata, orang-orang yang masuk ke dalam makam itu hidup sampai usia 70 tahun.
“Studi ini menemukan tidak ada bukti yang mendukung keberadaan kutukan mumi,” tulis Nelson dalam makalah tahun 2002 yang diterbitkan di British Medical Journal.
Tim peneliti dalam makalah diterbitkan pada 2013 di di jurnal International Biodeterioration & Biodegradation memperkirakan bintik-bintik coklat di makam Tutankhamun terbentuk akibat organisme yang tidak aktif.
Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh seorang profesor epidemiologi dan pengobatan pencegahan di Monash University-Australia, Mark Nelson, tidak menemukan bukti para penjelajah yang masuk ke dalam makam itu meninggal pada usia yang sangat muda.
Studi Nelson memeriksa catatan 25 orang yang bekerja atau masuk ke makam Firaun itu tak lama setelah ditemukan. Rata-rata, orang-orang yang masuk ke dalam makam itu hidup sampai usia 70 tahun.
“Studi ini menemukan tidak ada bukti yang mendukung keberadaan kutukan mumi,” tulis Nelson dalam makalah tahun 2002 yang diterbitkan di British Medical Journal.
(wbs)
Lihat Juga :