Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan

Selasa, 25 Februari 2025 - 18:43 WIB
loading...
A A A
"Suka atau tidak, benua Australia akan bertabrakan dengan Asia," kata Profesor Zheng-Xiang Li dari Universitas Curtin pada tahun 2009 dan telah lama menjadi peneliti dalam proses ini.

Alasan yang ia berikan untuk kejadian ini adalah karena pola siklus yang terjadi ketika benua-benua saling menjauh namun kemudian akhirnya bersatu kembali - hal ini telah terjadi berulang kali di Bumi di masa lalu.
Beberapa dampaknya dapat berupa peningkatan aktivitas seismik, yang berarti lebih banyak gempa bumi.

Pergeseran tektonik ini juga dapat mengakibatkan perubahan bentang alam - seperti yang terlihat sebelumnya ketika Australia memasuki perairan topikal yang mengakibatkan terbentuknya Great Barrier Reef berkat kondisi ideal bagi karang.

Karena Australia sangat jauh dari negara lain, negara ini memiliki beberapa satwa liar unik yang tidak terlihat di tempat lain seperti kanguru, koala, dan wombat - apa yang bisa terjadi pada mereka?

Apabila benua itu bertabrakan dengan Asia, itu artinya spesies-spesies ini akan bersaing dengan mamalia Asia, dalam pertarungan memperebutkan yang terkuat, siapa yang dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, sementara beberapa di antaranya mungkin akan punah sebagai akibatnya.

Pergerakan ke arah utara ini sudah berdampak karena pada tahun 2016 para ahli menemukan bahwa akibat pergerakan benua, sistem GPS Australia meleset hingga 1,5 meter (4,9 kaki).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rekomendasi
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved