NASA Kurangi Risiko Ancaman Asteroid Berbahaya Menjadi 0,28 Persen

Minggu, 23 Februari 2025 - 17:50 WIB
loading...
NASA Kurangi Risiko...
Asteroid 2024 YR4. FOTO/ NEWS18
A A A
LOS ANGELES - NASA telah mengurangi lebih lanjut kemungkinan dampak dari Asteroid 2024 YR4 di Bumi pada 22 Desember 2032, menjadi 0,28 persen, menurut perkiraan terbaru NASA..

BACA JUGA - Waspada! Asteroid Sebesar Bus Mendekati Bumi

NASA telah mengurangi kemungkinan asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi pada 22 Desember 2032 menjadi 0,28 persen. Namun, kemungkinan terjadinya tabrakan dengan bulan meningkat sedikit hingga satu persen.

Asteroid 2024 YR4 diperkirakan berukuran sekitar 40 hingga 90 meter dan pertama kali dilaporkan oleh Asteroid Terrestrial Impact Late Warning System (ATLAS) di Chili pada 27 Januari 2024.

Kerusakan yang disebabkan oleh dampak asteroid sangat bergantung pada ukuran dan komposisinya. Jika memasuki atmosfer di atas lautan, ledakan udara merupakan skenario yang mungkin dan tidak terduga yang dapat menyebabkan tsunami besar.

Tim pertahanan planet NASA akan terus memantau asteroid untuk meningkatkan prediksi lintasan asteroid, kata NASA, seperti dilansir Xinhua.

Dengan data baru ini, kemungkinan terjadinya tabrakan dengan bulan meningkat sedikit menjadi satu persen, menurut NASA.

Asteroid 2024 YR4 diperkirakan berukuran sekitar 40 hingga 90 meter. Hal ini pertama kali dilaporkan oleh Sistem Peringatan Dampak Terlambat Asteroid Terestrial (ATLAS) yang didanai NASA di Chili pada tanggal 27 Januari 2024.

Kerusakan yang disebabkan oleh asteroid yang menabrak sangat bergantung pada ukuran dan komposisi asteroid, menurut NASA.

Ukuran pasti 2024 YR4 masih belum pasti, tetapi ledakan udara merupakan skenario yang mungkin terjadi untuk kisaran ukurannya.

Jika asteroid memasuki atmosfer di atas lautan, model menunjukkan objek yang meledak di udara sebesar ini tidak mungkin menyebabkan tsunami yang signifikan, baik dari tengah lautan atau bahkan lebih dekat ke pantai, menurut NASA.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Kesepian Menjadi Ancaman...
Kesepian Menjadi Ancaman Kesehatan yang Serius di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved