Infrastruktur Hybrid Cloud Nutanix Kini Nongkrong di AWS

Kamis, 03 September 2020 - 00:31 WIB
loading...
Infrastruktur Hybrid...
Nutanix menawarkan single stack yang mengintegrasikan komputasi dan storage, menyediakan pengoperasian terpadu di seluruh private dan public cloud, jaringan terintegrasi dengan AWS, dan portabilitas lisensi dari private hingga public cloud untuk mengatasi
A A A
JAKARTA - Nutanix mengumumkan ketersediaan Nutanix Cluster di layanan cloud AWS untuk para pelanggan di Indonesia. Ini memperluas fleksibilitas dan kemudahan penggunaan software Hyperconverged Infrastructure (HCI) dari Nutanix, beserta seluruh produk dan layanan Nutanix, ke server fisik dedicated Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2 ) di Amazon Web Services (AWS). (Baca juga: Waspadalah Samsung dan Motorola, Pesaing Ponsel Layar Lipatmu Segera Datang )

Melalui pengumuman ini, Nutanix menghadirkan infrastruktur hybrid cloud -yang memungkinkan berbagai perusahaan mempercepat inisiatif digital, mengoptimalkan pengeluaran, dan mempertegas prioritas mereka di era COVID-19. Perusahaan menawarkan single stack yang mengintegrasikan komputasi dan storage, menyediakan pengoperasian terpadu di seluruh private dan public cloud, jaringan terintegrasi dengan AWS, dan portabilitas lisensi dari private hingga public cloud untuk mengatasi kendala teknis dan operasional di era hybrid cloud.

Menurut Gartner, pada 2021, 90% organisasi akan menerapkan model multicloud atau hybrid cloud untuk kebutuhan TI mereka. Perusahaan memerlukan fleksibilitas dari layanan cloud yang ada, saat mereka berusaha keras mengatasi kompleksitas, silo dalam operasional, dan biaya pengelolaan private dan public cloud.

Dengan solusi terpadu yang memberikan pengalaman, tooling, dan praktik operasional yang konsisten di seluruh cloud maka perusahaan-perusahaan tersebut dapat menghilangkan silo dan mengurangi pemborosan. Sekaligus memanfaatkan keuntungan dari fleksibilitas itu untuk memilih cloud yang tepat bagi setiap workload.

Dengan pengumuman ini, Nutanix memperluas kesederhanaan dan kemudahan penggunaan software-nya ke public cloud. Hal ini akan memangkas biaya dan kerumitan pengelolaan lingkungan hybrid dan memungkinkan mobilitas yang mulus di private dan public cloud tanpa perlu mendesain ulang aplikasi apa pun karena sudah terintegrasi dengan jaringan bawaan AWS. Kini, para pelanggan memiliki fleksibilitas untuk memilih lingkungan cloud yang tepat bagi setiap aplikasi dengan manfaat tambahan dari portabilitas lisensi di seluruh cloud, yang berdampak langsung pada pengoptimalan biaya dan sumber daya.
Infrastruktur Hybrid Cloud Nutanix Kini Nongkrong di AWS

Selain itu, para pelanggan akan dapat memanfaatkan software stack Nutanix di private dan public cloud dengan sepenuhnya. Hal ini mencakup file-file solusi storage tak-terstruktur, solusi orkestrasi aplikasi Calm, solusi administrasi database Era, dan banyak lagi.

“Kami senang bisa mendukung perluasan lingkungan private cloud pelanggan ke dalam AWS dengan peluncuran Clusters di AWS ini. Ini memberikan fleksibilitas kepada para pelanggan untuk mendapatkan hasil maksimal dari lingkungan AWS dan Nutanix mereka,” kata Doug Yeum, Worldwide Channels and Alliances Head di Amazon Web Services, Inc.

Para pelanggan, kata dia, kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan Nutanix Clusters di AWS. Lalu menjalankannya secara berdampingan dengan aplikasi cloud-native di AWS dan mempercepat transformasi digitalnya.

Fitur-fiur utama dalam Nutanix Clusters meliputi:
- Apps dan Data Mobility
Nutanix Cluster memecahkan masalah tersulit (pain point) lingkungan enterprise secara signifikan dalam perjalanan cloud mereka, dengan menyediakan cara yang mulus untuk memindahkan aplikasi dan data lawas (legacy) ke cloud. Mobilitas ini dimungkinkan tanpa perlu merancang ulang aplikasi, sebuah pekerjaan yang bisa jadi sangat mahal dan memakan waktu.

- Operasional yang Efisien dengan Lingkungan Cloud Terpadu
Nutanix Clusters memungkinkan pelanggan untuk membuat, mengelola, dan mengatur infrastruktur serta aplikasi mereka, di private dan public cloud, semuanya dilakukan melalui satu interface (antarmuka). Tidak seperti solusi lain yang hanya menawarkan pengelolaan cloud yang bersifat parsial (siloed), Nutanix Clusters justru diperluas ke private dan public cloud.

Dengan Single stack ini tidak perlu tim membagi-bagi tim untuk mengelola setiap lingkungan, atau melatih ulang anggota tim, dan juga memungkinkan mobilitas aplikasi di seluruh cloud dengan seamless.

- Integrasi Jaringan Built-in dengan AWS
Berkat integrasi yang sudah built-in dengan networking layer di AWS, Nutanix Clusters memberikan manfaat dalam hal kemudahan implementasi dan performa. Integrasi jaringan juga memungkinkan pelanggan untuk menggunakan akun AWS yang ada, termasuk kredit yang belum digunakan, private cloud virtual, dan subnet.

Dengan demikian pengelolaan terpadu dapat dilakukan di seluruh private dan public cloud, dan sangat mempermudah pengalaman pelanggan dalam mengelola lingkungan hybrid cloud.
Infrastruktur Hybrid Cloud Nutanix Kini Nongkrong di AWS

- Optimasi Biaya Cloud
Selain mengatasi kendala teknis dan operasional penting dengan lingkungan hybrid cloud, Nutanix Clusters juga dapat menghemat biaya secara signifikan bagi pelanggan. Hal ini dicapai dengan tidak perlu membagi tim untuk mengelola setiap lingkungan cloud, tidak perlu melakukan migrasi yang mahal untuk aplikasi lawas, dan menyediakan cara yang mudah untuk menghibernasi klaster public cloud hanya dengan satu klik untuk mencegah pemborosan.

Selain itu, dengan adanya lisensi portabel, model pembayaran yang fleksibel, dan peningkatan visibilitas dalam pengeluaran cloud melalui Xi Beam, perusahaan-perusahaan dapat mengoptimalkan investasi cloud mereka dan benar-benar memilih cloud yang tepat untuk setiap workload, tanpa vendor/product lock-in.

- Kebebasan Memilih
Nutanix Clusters di AWS memberikan pilihan bagi pelanggan untuk menggunakan kembali hardware di on-premise atau kredit AWS saat mereka membangun lingkungan hybrid. Selain itu, pelanggan juga dapat memilih untuk membawa lisensi on-premise atau memilih model bayar sesuai penggunaan (pay-as-you-go) atau Cloud Commit.

“Demi para pelanggan, kami selalu bekerja untuk membuat TI menjadi begitu sederhana sehingga tidak terlihat (invisible),” kata Tarkan Maner, Chief Commercial Officer Nutanix.

Seiring perkembangan industri, fokus perusahaan telah berkembang lebih dari sekadar data center. Pihaknya ingin membantu para pelanggan dalam mengelola kompleksitas dalam penggunaan multi-cloud, baik private maupun public. Nutanix Clusters di AWS adalah perwujudan dari visi tersebut.

“Di Penn National Insurance, kami mencari solusi baru untuk mendukung beban kerja workload VDI guna memastikan kelangsungan bisnis apabila data center utama terkena bencana. Nutanix Clusters memungkinkan kami membuat lingkungan hybrid dan multicloud secara mudah, yang mencakup data center Nutanix dan AWS, sehingga kami dapat meningkatkan kapasitas di AWS dalam seketika, saat kami perlu memulihkan workload yang dimiliki untuk di backup dengan cepat,” kata Craig Wiley, Arsitek Sistem Infrastruktur Senior di Penn National Insurance, pengguna solusi Nutanix.

Sementara itu, Julian Doak, CISO di Biro Statistik Australia, mengatakan, Biro Statistik Australia adalah Badan Statistik Nasional Australia yang bertanggung jawab untuk melakukan Sensus Australia. Sensus adalah operasi logistik di masa damai terbesar di Australia dan peningkatan permintaan TI yang diperlukan untuk mendukung proyek.

"Sensus ini adalah salah satu alasan utama kami memakai platform cloud hybrid. Platform ini memberikan fleksibilitas dan agilitas yang diperlukan untuk beradaptasi dengan lonjakan permintaan yang signifikan,” kata Julian. (Baca juga: Begini Polisi Bertindak jika Terjadi Huru-hara di Pilkada Depok )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
datalabs.id Raih 2026...
datalabs.id Raih 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia
Data Center Canggih...
Data Center Canggih Amazon di Emirat Lumpuh Dihantam Benda Misterius, Apa Dampaknya?
Dari Jakarta hingga...
Dari Jakarta hingga Silicon Valley: Lima Tren Teknologi 2026 yang Akan Mengubah Cara Kita Hidup dan Bekerja
China Tuntaskan Pembangunan...
China Tuntaskan Pembangunan Pusat Data Bawah Laut Shanghai
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Maskot Piala Dunia 2026...
Maskot Piala Dunia 2026 Jadi Alat Polisi Tangkap Gembong Narkoba
Berita Terkini
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved