Meta Dicurigai Gunakan Buku Bajakan untuk Melatih AI
Kamis, 23 Januari 2025 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Seperti dilansir dari Reuters, hakim distrik AS Vince Chhabria sebelumnya pernah menolak klaim bahwa teks yang dihasilkan oleh chatbot Meta melanggar hak cipta penulis. Namun, dalam gugatan terbaru yang diajukan pada Januari ini, para penulis membawa bukti baru yang menguatkan tuduhan bahwa Meta secara sadar menggunakan konten bajakan dalam proses pengembangan model AI-nya.
Pada sidang Kamis, hakim Chhabria menyatakan akan mengizinkan para penulis untuk mengajukan pengaduan yang diubah. Meskipun begitu, ia menunjukkan keraguan terhadap substansi klaim penipuan dan pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh para penggugat.
Pada September 2024, keputusan pengadilan yang dilaporkan Reuters memutuskan bahwa para penulis dapat memeriksa langsung CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkait dugaan pelanggaran hak cipta ini.
Keputusan tersebut didasarkan pada bukti yang menunjukkan bahwa Zuckerberg memiliki keterlibatan langsung dalam keputusan penggunaan buku bajakan untuk melatih AI.
Pada sidang Kamis, hakim Chhabria menyatakan akan mengizinkan para penulis untuk mengajukan pengaduan yang diubah. Meskipun begitu, ia menunjukkan keraguan terhadap substansi klaim penipuan dan pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh para penggugat.
Pada September 2024, keputusan pengadilan yang dilaporkan Reuters memutuskan bahwa para penulis dapat memeriksa langsung CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkait dugaan pelanggaran hak cipta ini.
Keputusan tersebut didasarkan pada bukti yang menunjukkan bahwa Zuckerberg memiliki keterlibatan langsung dalam keputusan penggunaan buku bajakan untuk melatih AI.
(wbs)
Lihat Juga :