Misteri Monster Laut Kuno Mosasaurus Maroko: Fosil Asli atau Hanya Rekayasa?
Rabu, 15 Januari 2025 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Peneliti ingin melakukan CT scan untuk melihat struktur internal fosil dan membedakan bahan berdasarkan densitasnya. Namun, akses ke fosil menjadi kendala karena komunikasi dengan Nick Longrich, paleontolog dari University of Bath yang memimpin penelitian tahun 2021, terbatas.
Wahiba Bel Haouz, peneliti dari University of Hassan II Casablanca, Maroko, menyoroti kurangnya regulasi untuk melindungi dan melestarikan warisan fosil di negaranya. "Ilmuwan asing harus selalu berkolaborasi dengan peneliti lokal untuk menghindari bekerja dengan fosil palsu," ujarnya.
Baca Juga: Teka-teki Monster Loch Ness di Danau Skotlandia Akhirnya Terpecahkan
Pandangan Ahli Lain
Paulina Jiménez-Huidobro, paleontolog dari University of Bonn yang tidak terlibat dalam penelitian, sepakat dengan temuan studi terbaru. Ia mencatat bahwa struktur gigi fosil ini tampak tidak biasa dalam hal morfologi dan implantasi. "Adanya beberapa gigi dalam satu soket menunjukkan bahwa gigi tersebut mungkin bukan bagian dari rahang itu," ujarnya kepada Live Science.Wahiba Bel Haouz, peneliti dari University of Hassan II Casablanca, Maroko, menyoroti kurangnya regulasi untuk melindungi dan melestarikan warisan fosil di negaranya. "Ilmuwan asing harus selalu berkolaborasi dengan peneliti lokal untuk menghindari bekerja dengan fosil palsu," ujarnya.
Baca Juga: Teka-teki Monster Loch Ness di Danau Skotlandia Akhirnya Terpecahkan
Implikasi Pemalsuan Fosil
Pemalsuan fosil bukan hanya menyesatkan komunitas ilmiah, tetapi juga merusak reputasi kawasan asal fosil, seperti Maroko, yang dikenal sebagai salah satu lokasi penemuan fosil penting dunia. Tanpa regulasi yang ketat, risiko beredarnya fosil palsu akan tetap tinggi. Hal ini menggarisbawahi perlunya kolaborasi internasional yang lebih kuat dan transparansi dalam penelitianfosil.(dan)
Lihat Juga :