Pesan Makanan Online Naik, Fleksibilitas Lalamove Jadi Solusi UMKM F&B
Rabu, 02 September 2020 - 07:27 WIB
loading...
Melalui jasa pengiriman on-demand yang fleksibel, Lalamove menawarkan solusi pengiriman bagi bisnis F&B maupun bisnis UMKM lainnya untuk bisa responsif terhadap tantangan perubahan tren perilaku konsumen. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi bisnis untuk bisa menghadapi perubahan yang ada. Kemampuan penting dimiliki oleh bisnis UMKM , sektor usaha yang paling terdampak oleh pandemik. (Baca juga: Temui ZTE Axon 20 5G, Ponsel Pertama dengan Kamera di Bawah Layar )
Untuk dapat bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi, bisnis UMKM perlu beradaptasi dengan cepat, termasuk dalam melayani pelanggan.
Salah satu industri yang paling terdampak oleh adanya wabah COVID-19 adalah bisnis makanan dan minuman atau food and beverages (F&B). Perintah jaga jarak membuat kebiasaan berbelanja konsumen beralih ke platform online untuk membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli makanan.
Menurut data McKinsey, 34% konsumen mengaku menjadi lebih sering memesan makanan secara online belakangan ini. Tren ini pun kemungkinan besar akan berlanjut, dengan 84% konsumen mengaku berniat untuk tetap memesan makan secara online pascapandemik.
Melalui tren ini, bisnis F&B pun dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan pola konsumsi pasar yang berubah, baik dari segi produk maupun pelayanan, termasuk dari segi layanan pesan-antar. Untuk menjawab permintaan konsumen yang beragam, diperlukan jasa pengiriman yang fleksibel agar makanan bisa sampai ke tangan konsumen dengan aman dan tepat waktu.
Untuk dapat bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi, bisnis UMKM perlu beradaptasi dengan cepat, termasuk dalam melayani pelanggan.
Salah satu industri yang paling terdampak oleh adanya wabah COVID-19 adalah bisnis makanan dan minuman atau food and beverages (F&B). Perintah jaga jarak membuat kebiasaan berbelanja konsumen beralih ke platform online untuk membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli makanan.
Menurut data McKinsey, 34% konsumen mengaku menjadi lebih sering memesan makanan secara online belakangan ini. Tren ini pun kemungkinan besar akan berlanjut, dengan 84% konsumen mengaku berniat untuk tetap memesan makan secara online pascapandemik.
Melalui tren ini, bisnis F&B pun dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan pola konsumsi pasar yang berubah, baik dari segi produk maupun pelayanan, termasuk dari segi layanan pesan-antar. Untuk menjawab permintaan konsumen yang beragam, diperlukan jasa pengiriman yang fleksibel agar makanan bisa sampai ke tangan konsumen dengan aman dan tepat waktu.
Lihat Juga :