Runtuhan Magnetar Bakal Timbulkan Percikan Cahaya di Langit
Sabtu, 02 Mei 2020 - 21:03 WIB
loading...
Runtuhan Magnetar Timbulkan Percikan Cahaya terang di langit. FOTO/ IST
A
A
A
NEW YORK - Para ilmuwan melacak sinyal radio misterius yang ditembakkan ke planet kita ke bintang 'terdekat' di galaksi kita. Bintang Neutron merupakan sisa dari bintang masif (sekitar 10-50 massa Matahari) yang mengalami keruntuhan terhadap dirinya sendiri.
Bintang ini tersusun dari neutron (partikel sub atom yang tidak bermuatan), dengan massa lebih besar dari massa Matahari (1,35 -2,1 massa Matahari) namun hanya berdiameter 20km.
Menurut Science Alert, pada 28 April, bintang yang dipermasalahkan itu mungkin telah menghasilkan ledakan selama milidetik. Bintang ini sangat padat bahkan satu sendok teh materi bintang neutron beratnya bisa mencapai 100 juta ton. Karakteristik lainnya dari bintang neutron adalah rotasinya yang cepat dan medan magnetiknya yang kuat.
Magnetar merupakan kelas dalam Bintang Neutron yang memiliki medan magnet ultra-kuat, diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari bintang neutron normal dan menjadikan mereka magnet paling kuat di kosmos. Namun mengapa magnetar bisa tampak bersinar dalam penglihatan sinar X masih menjadi pertanyaan bagi para astronom.
Kali ini, data dari XMM-Newton and Integral orbiting observatories digunakan untuk menguji komponen sinar X dari magnetar.
Sampai saat ini sudah ada 15 magnetar yang ditemukan. Lima di antaranya dikenal sebagai soft gamma repeaters (SGRs) karena mereka secara sporadis menyemburkan letupan (sekitar 0,1detik) sinar gamma berenergi lemah dan letupan sinar X yang kuat. Sisa 10 magnetar lainnya diasosiasikan sebagai anomalous X-ray pulsars atau AXP’s.
Walaupun SGRs dan AXP’s pada awalnya diperkirakan sebagai objek yang berbeda, namun saat ini diketahui mereka memiliki karakteristik yang sama dan aktivitas yang terjadi di dalamnya berasal dari medan magnetnya yang kuat.
Bintang ini tersusun dari neutron (partikel sub atom yang tidak bermuatan), dengan massa lebih besar dari massa Matahari (1,35 -2,1 massa Matahari) namun hanya berdiameter 20km.
Menurut Science Alert, pada 28 April, bintang yang dipermasalahkan itu mungkin telah menghasilkan ledakan selama milidetik. Bintang ini sangat padat bahkan satu sendok teh materi bintang neutron beratnya bisa mencapai 100 juta ton. Karakteristik lainnya dari bintang neutron adalah rotasinya yang cepat dan medan magnetiknya yang kuat.
Magnetar merupakan kelas dalam Bintang Neutron yang memiliki medan magnet ultra-kuat, diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari bintang neutron normal dan menjadikan mereka magnet paling kuat di kosmos. Namun mengapa magnetar bisa tampak bersinar dalam penglihatan sinar X masih menjadi pertanyaan bagi para astronom.
Kali ini, data dari XMM-Newton and Integral orbiting observatories digunakan untuk menguji komponen sinar X dari magnetar.
Sampai saat ini sudah ada 15 magnetar yang ditemukan. Lima di antaranya dikenal sebagai soft gamma repeaters (SGRs) karena mereka secara sporadis menyemburkan letupan (sekitar 0,1detik) sinar gamma berenergi lemah dan letupan sinar X yang kuat. Sisa 10 magnetar lainnya diasosiasikan sebagai anomalous X-ray pulsars atau AXP’s.
Walaupun SGRs dan AXP’s pada awalnya diperkirakan sebagai objek yang berbeda, namun saat ini diketahui mereka memiliki karakteristik yang sama dan aktivitas yang terjadi di dalamnya berasal dari medan magnetnya yang kuat.
Lihat Juga :