Gunung Api Yaman, Disebut sebagai Tanda Kiamat dalam Agama Islam Sesuai Hadis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 11:44 WIB
loading...
Gunung Api Yaman, Disebut...
Proses pembentukan gunung api di Kota Aden ini berlangsung selama sekira 1 juta tahun dengan periode aktivitas dan istirahat. Foto: ist
A A A
YAMAN - Keberadaan gunung api Yaman disebut sebagai salah satu tanda kiamat dalam agama Islam. Gunung tersebut diperkirakan telah terbentuk sekira jutaan tahun lalu antara zaman Miosen akhir dan Pliosen.

Merujuk beberapa sumber, gunung api Yaman dikategorikan sebagai gunung berapi kerucut komposit. Secara sains, keberadaannya dapat dijelaskan sebagai bagian dari aktivitas geologi yang terjadi di kawasan sekitarnya.

Salah satunya bisa dilihat dari adanya pergerakan lempeng tektonik dan retakan di Laut Merah memicu terbentuknya kawah gunung. Proses pembentukan gunung api di Kota Aden ini berlangsung selama sekira 1 juta tahun dengan periode aktivitas dan istirahat.

Gunung Api Yaman Tanda Kiamat?
Gunung Api Yaman, Disebut sebagai Tanda Kiamat dalam Agama Islam Sesuai Hadis

Narasi yang menyebut gunung api Yaman sebagai tanda kiamat mengacu pada hadis. Berikut bunyinya jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:

“Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi hingga ada sepuluh tanda (sebelumnya): khasf di timur, khasf di barat, khasf di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari Dasar ‘Adn yang menggiring manusia.”

Dalam riwayat lain dari Muslim: “api keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.” (Shahih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).

Pada hadis di atas, ada kalimat yang menyebutkan “dan api yang keluar dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia". Disebut ‘Api Pengiring’, Dr Umar Sulaiman Al-Asygar dalam bukunya berjudul ‘Ensiklopedia Kiamat’ menuliskan bahwa sebelum hari Kiamat akan datang api keluar dari kawah Aden yang nantinya menggiring manusia ke tempat mereka dihimpun.

Api pengiring tersebut berada di bawah permukaan bumi. Kelak menjelang hari kiamat, api itu akan keluar sebagaimana sebelumnya.

Prediksi gunung berapi Aden menjadi aktif kembali dan meletus cukup memungkinkan karena kota Aden sendiri sebagian besarnya berada di laut Mediterania. Terlebih, sejarah kota tersebut juga terbentuk dari gunung api sangat besar yang membeku dan mati hingga membentuk kawah yang kemudian menjadi kota Aden.

Melihat ke belakang, fenomena gunung berapi Aden pertama kali diketahui saat kolonis Inggris memasuki Kota Aden. Melalui pesawat terbang miliknya, mereka berhasil memotret kota-kota dari udara dan mendapati Aden berada di atas kawah besar.

Kemudian, delegasi Inggris dengan pimpinan Prof. I.G. Gass tahun 1964 melakukan penelitian terhadap kota Aden. Mengawali hasil penelitiannya, ia menyebut gunung-gunung api yang ada sekarang hanya seperti sebuah petasan jika dibandingkan dengan gunung api Aden.

Gambaran tersebut rasanya cocok dengan ungkapan Nabi Muhammad dalam sejumlah hadis. Pertama, Nabi Muhammad pernah menggambarkan kota Aden berada di atas gunung api yang sedang ‘istirahat’.

Pada Kitab Shahih Muslim IV, h 2225, no, 2901, Nabi Muhammad pernah bersabda: “Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke tempat mereka dihimpun.”

Baca Juga: Keyakinan Ramalan Jayabaya oleh Pangeran Diponegoro saat Gunung Merapi Meletus

Lalu, ada juga dalam riwayat Al-Tirmidzi, Nabi Muhammad bersabda, “Api itu akan keluar dari dasar lereng Aden, mengarah ke manusia. Api itu akan diam ketika manusia tertidur, api itu berjalan ketika manusia berjalan.”

Saat ini, gunung Aden atau gunung api Yaman masih tertidur, tetapi bisa sewaktu-waktu bangun kembali dan dipercaya menyongsong kiamat menurut kepercayaanagamaIslam.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Ini Lokasi 2 Gunung...
Ini Lokasi 2 Gunung yang Diklaim Ketinggiannya Melebihi Everest
2 Gunung 100 Kali Lebih...
2 Gunung 100 Kali Lebih Tinggi dari Everest Ditemukan
Sejarah Kabal Khandamah,...
Sejarah Kabal Khandamah, Spot Foto Viral di Mekkah
5 Potret Gunung Pelangi...
5 Potret Gunung Pelangi di Indonesia yang Punya Pemandangan Indah
Apakah Ada Gunung Pelangi...
Apakah Ada Gunung Pelangi di Indonesia? Ternyata Ada di Daerah Ini
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Gunung Dukono Meletus...
Gunung Dukono Meletus 2 Kali Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 2.700 Meter
Gunung Ibu di Halmahera...
Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi, Warga Diminta Tidak Beraktivitas di Jarak 2 Km
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Infografis
2 Fenomena Alam di Laut...
2 Fenomena Alam di Laut yang Sering Dikaitkan sebagai Tanda Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved