Bulan Ternyata Jauh Lebih Tua dari Perkiraan, Segini Usianya
Jum'at, 20 Desember 2024 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurut penelitian, peristiwa pencairan kembali ini terjadi karena tarikan gravitasi Bumi dan Bulan yang saling tarik menarik, disebut gaya pasang surut, yang menyebabkannya meregang, menekan, dan menghangatkan Bulan secara drastis karena gesekan.
Penelitian ini juga menjelaskan keberadaan kristal zirkon, mineral yang ditemukan pada batuan bulan selama misi Apollo. Usia mineral ini dapat ditentukan dengan mengamati rasio uranium terhadap timbal.
Kristal zirkon tersebut telah diketahui usianya jauh lebih tua daripada usia Bulan. Sementara satu kristal telah diukur usianya 4,46 miliar tahun, kristal lainnya diperkirakan terbentuk 4,51 miliar tahun lalu.
Proses peleburan mengubah permukaan bulan, menyebabkan logam-logam tenggelam di bawah dan menyembunyikan usia bulan yang sebenarnya, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature. Ini berarti bahwa planet kita telah bersama satelit alaminya hampir sepanjang masa hidupnya karena diperkirakan terbentuk 4,54 miliar tahun yang lalu.
Penelitian ini juga menjelaskan keberadaan kristal zirkon, mineral yang ditemukan pada batuan bulan selama misi Apollo. Usia mineral ini dapat ditentukan dengan mengamati rasio uranium terhadap timbal.
Kristal zirkon tersebut telah diketahui usianya jauh lebih tua daripada usia Bulan. Sementara satu kristal telah diukur usianya 4,46 miliar tahun, kristal lainnya diperkirakan terbentuk 4,51 miliar tahun lalu.
Proses peleburan mengubah permukaan bulan, menyebabkan logam-logam tenggelam di bawah dan menyembunyikan usia bulan yang sebenarnya, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature. Ini berarti bahwa planet kita telah bersama satelit alaminya hampir sepanjang masa hidupnya karena diperkirakan terbentuk 4,54 miliar tahun yang lalu.
(wbs)
Lihat Juga :