Bagaimana Hiroshima dan Nagasaki Menghilangkan Radiasi Nuklir setelah Dijatuhi Bom Atom oleh Amerika Serikat?
Sabtu, 14 Desember 2024 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A

Bom Hiroshima dan Nagasaki meledak pada ketinggian masing-masing 600 meter dan 503 meter di atas permukaan tanah. Sekitar 10 persen material nuklir dalam bom mengalami fisi, sementara 90 persen sisanya membumbung di stratosfer bersama bola api yang dihasilkan dalam ledakan.
Pada sebuah senjata nuklir, mereka bisa memaksimalkan jumlah energi yang dilepaskan dengan mengonsumsi uranium sebanyak dan secepat mungkin. Reaksi ini tidak memerlukan banyak uranium untuk mencapai ledakan yang signifikan.
Little Boy misalnya, bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Bom itu mengandung 64 kilogram (141 pon) uranium dan kemurniannya (jumlah U-235 yang terkandung) hanya sekitar 80 persen.
Lagi, hal ini berbeda dengan insiden Chernobyl. Sebuah reaktor nuklir umumnya menggunakan batang kendali untuk menyerap neutron tambahan sehingga reaksi berantai fisi dapat dipertahankan pada intensitas yang lebih rendah dan jauh lebih lama.
Untuk itu, reaktor akan membutuhkan uranium yang diperkaya dalam jumlah besar sebagai bahan bakarnya. Menariknya, Chernobyl mengandung sekitar 180 ton atau setara dengan 3.600 kg Uranium-235, berkali-kali lebih besar dari bom Hiroshima.
Lihat Juga :