Titik Panas Muncul Serentak di Seluruh Dunia, Ada Apa dengan Bumi?

Selasa, 03 Desember 2024 - 09:07 WIB
loading...
Titik Panas Muncul Serentak...
Titik Panas Muncul Serentak di Seluruh Dunia. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
LONDON - Sejumlah titik panas atau Hot Spot muncul di seluruh dunia, adapun penyebab kemunculannya masih belum diketahui secara pasti berdasarkan riset yang dilakukan ilmuwan.

BACA JUGA - 103 Titik Panas Membara di Palangkaraya, Status Naik Darurat Karhutla

Seperti dilansir dari earth.com (1/12/2024), Bumi mengalami tahun terpanas yang pernah tercatat pada 2023, dengan suhu meningkat 2,12 derajat Fahrenheit di atas rata-rata abad ke-20, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2016.

Sepuluh tahun terpanas yang tercatat semuanya terjadi dalam dekade terakhir. Pada 2024 yang sudah mencatatkan musim panas terpanas dan hari terpanas, tahun ini diperkirakan akan mencatatkan rekor mengkhawatirkan lainnya.

Beberapa wilayah mengalami gelombang panas berulang yang begitu ekstrem sehingga melampaui apa yang dapat diprediksi atau dijelaskan oleh model pemanasan global mana pun.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti menciptakan peta global pertama dari wilayah-wilayah yang mengalami panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang muncul di setiap benua kecuali Antartika seperti hotspot besar yang mengkhawatirkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang panas ini telah menyebabkan puluhan ribu kematian, menghancurkan tanaman dan hutan, serta memicu kebakaran hutan yang dahsyat.

“Margin besar dan tak terduga dari ekstrem skala regional yang baru-baru ini memecahkan rekor sebelumnya telah menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana model iklim dapat memberikan estimasi yang memadai mengenai hubungan antara perubahan suhu rata-rata global dan risiko iklim regional,” jelas para penulis.

“Ini tentang tren ekstrem yang merupakan hasil interaksi fisik yang mungkin belum sepenuhnya kita pahami,” kata penulis utama Kai Kornhuber, seorang ilmuwan di Lamont-Doherty Earth Observatory, Columbia Climate School. “Wilayah-wilayah ini menjadi ‘rumah kaca’ sementara.”

Para peneliti meneliti gelombang panas selama 65 tahun terakhir. Mereka mengidentifikasi area di mana panas ekstrem meningkat jauh lebih cepat daripada suhu sedang, sering kali menghasilkan suhu maksimum yang memecahkan rekor dengan jumlah yang mencengangkan.

Hal ini termasuk suhu tertinggi yang pernah tercatat di Kanada, yakni 121,3°F (49,6°C) di Lytton, British Columbia. Tragisnya, kota tersebut habis terbakar oleh kebakaran hutan sehari kemudian, yang sebagian besar disebabkan oleh vegetasi kering akibat panas ekstrem.

Di negara bagian Oregon dan Washington, ratusan orang meninggal dunia akibat serangan panas dan kondisi kesehatan lainnya. Gelombang panas ekstrem ini sebagian besar terjadi dalam lima tahun terakhir, meskipun beberapa terjadi pada awal 2000-an atau sebelumnya.

Wilayah yang paling terdampak termasuk daerah padat penduduk di China tengah, Jepang, Korea, Semenanjung Arab, Australia timur, dan bagian Afrika tertentu.

Wilayah lain yang terdampak mencakup Wilayah Barat Laut Kanada, pulau-pulau Arktik Tinggi, Greenland utara, ujung selatan Amerika Selatan, dan wilayah Siberia tertentu.

Beberapa bagian Texas dan New Mexico juga muncul di peta, meskipun bukan termasuk wilayah yang paling ekstrem.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Siklon Tropis Jangmi...
Siklon Tropis Jangmi Terdeteksi, BMKG: Picu Potensi Hujan Lebat di Sebagian Indonesia
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved