Apakah Perang Dunia 3 Benar-benar Memakai Senjata Nuklir?
Sabtu, 30 November 2024 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Mengacu data per Januari 2024, perkiraan menyebutkan total inventaris hulu ledak nuklir global mencapai 12.121. Dari angka ini, sekitar 9.585 berada dalam persediaan militer untuk penggunaan potensial.
Sebagian besar kepemilikannya dikuasai Rusia atau Amerika Serikat. Namun, untuk pertama kalinya China juga diyakini memiliki beberapa hulu ledak dalam siaga operasional tinggi.
India, Pakistan, dan Korea Utara juga dilaporkan tengah berupaya mengembangkan kemampuan untuk menempatkan beberapa hulu ledak nuklir pada rudal balistik. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan penggunaannya jika perang terjadi di kemudian hari.
Melihat ke belakang, telah terjadi pelemahan diplomasi pengendalian senjata nuklir. Beberapa penyebab utamanya tentu akibat ketegangan dunia menyusul perang Ukraina dan Gaza.
Pada Februari 2023, Rusia mengumumkan akan menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian tentang Langkah-Langkah untuk Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) tahun 2010. Selain itu, Moskow juga terus melontarkan ancaman mengenai penggunaan senjata nuklir untuk mengancam Barat jika berani membantu Ukraina.
Sebagian besar kepemilikannya dikuasai Rusia atau Amerika Serikat. Namun, untuk pertama kalinya China juga diyakini memiliki beberapa hulu ledak dalam siaga operasional tinggi.
India, Pakistan, dan Korea Utara juga dilaporkan tengah berupaya mengembangkan kemampuan untuk menempatkan beberapa hulu ledak nuklir pada rudal balistik. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan penggunaannya jika perang terjadi di kemudian hari.
Melihat ke belakang, telah terjadi pelemahan diplomasi pengendalian senjata nuklir. Beberapa penyebab utamanya tentu akibat ketegangan dunia menyusul perang Ukraina dan Gaza.
Pada Februari 2023, Rusia mengumumkan akan menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian tentang Langkah-Langkah untuk Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) tahun 2010. Selain itu, Moskow juga terus melontarkan ancaman mengenai penggunaan senjata nuklir untuk mengancam Barat jika berani membantu Ukraina.
Lihat Juga :