Ilmuwan Temukan Kehidupan di Sampel Asteroid Ryugu, Ini Artinya
Kamis, 28 November 2024 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Namun, para peneliti di Imperial College London tetap menemukan tanda-tanda kehidupan terestrial dalam sampel tersebut.
"Kami menemukan mikroorganisme dalam sampel yang dibawa kembali dari asteroid. Mikroorganisme itu muncul di batu dan menyebar seiring waktu sebelum akhirnya punah," kata ketua tim Matthew Genge dari Imperial College London saat berbicara dengan Space.com.
"Perubahan jumlah mikroorganisme mengonfirmasi bahwa ini adalah mikroba hidup. Namun, hal itu juga menunjukkan bahwa mereka baru saja menjajah spesimen tersebut sebelum analisis kami dan berasal dari daratan," tambahnya.
"Tanpa mempelajari DNA mereka, mustahil untuk mengidentifikasi jenis pastinya. Namun, kemungkinan besar mereka adalah bakteri seperti Bacillus karena ini adalah mikroorganisme berfilamen yang sangat umum, terutama di tanah dan bebatuan," jelas peneliti tersebut.
"Sangat mengejutkan menemukan mikroba terestrial di dalam batuan. Kami biasanya memoles spesimen meteorit, dan mikroba jarang muncul di sana. Namun, hanya dibutuhkan satu spora mikroba untuk menyebabkan kolonisasi," kata Genge.
"Kami menemukan mikroorganisme dalam sampel yang dibawa kembali dari asteroid. Mikroorganisme itu muncul di batu dan menyebar seiring waktu sebelum akhirnya punah," kata ketua tim Matthew Genge dari Imperial College London saat berbicara dengan Space.com.
"Perubahan jumlah mikroorganisme mengonfirmasi bahwa ini adalah mikroba hidup. Namun, hal itu juga menunjukkan bahwa mereka baru saja menjajah spesimen tersebut sebelum analisis kami dan berasal dari daratan," tambahnya.
"Tanpa mempelajari DNA mereka, mustahil untuk mengidentifikasi jenis pastinya. Namun, kemungkinan besar mereka adalah bakteri seperti Bacillus karena ini adalah mikroorganisme berfilamen yang sangat umum, terutama di tanah dan bebatuan," jelas peneliti tersebut.
"Sangat mengejutkan menemukan mikroba terestrial di dalam batuan. Kami biasanya memoles spesimen meteorit, dan mikroba jarang muncul di sana. Namun, hanya dibutuhkan satu spora mikroba untuk menyebabkan kolonisasi," kata Genge.
Lihat Juga :