Google Didesak Tidak Asal Comot Artikel Berita, Pengadilan: Mereka Harus Bayar

Kamis, 14 November 2024 - 14:49 WIB
loading...
Google Didesak Tidak...
Google Discover. FOTO/ EL ESPANYOL
A A A
PARIS - Pengadilan Paris memerintahkan Google pada Rabu (13/11/2024 untuk menangguhkan proyek yang diduga bertujuan membatasi visibilitas artikel berita tertentu dalam hasil pencarian.

BACA JUGA - Dituduh Blokir Propaganda Pro Kremlim, Rusia Denda Google

Perintah tersebut dikeluarkan sebagai tanggapan atas permintaan dari SEPM, serikat pekerja yang mewakili staf majalah di Prancis. Serikat pekerja tersebut menuduh bahwa Google berencana untuk memulai skema yang akan mengecualikan beberapa artikel dari penerbit yang terlibat dalam sengketa hak penggunaan konten berita daring.

Google, menurut AFP, menggambarkan proyek tersebut sebagai “eksperimen terbatas waktu” yang dimaksudkan untuk menilai bagaimana konten penerbit Eropa memengaruhi pengalaman pengguna di mesin pencari.

Dalam beberapa tahun terakhir, raksasa teknologi seperti Google menghadapi tekanan yang semakin meningkat untuk memberikan kompensasi kepada penyedia berita atas konten mereka, yang ditampilkan dalam hasil pencarian.

Untuk mengatasi masalah ini, Uni Eropa memperkenalkan suatu bentuk undang-undang hak cipta, yang disebut undang-undang “hak tetangga”, yang memberikan hak kepada media untuk menuntut kompensasi atas konten yang digunakan secara daring.

Prancis, tempat Google dan SEPM telah lama berunding, telah menjadi tempat uji coba bagi aturan-aturan ini. Setelah awalnya menolak, baik Google maupun Facebook kini setuju untuk membayar sejumlah perusahaan media Prancis. Akan tetapi, perintah terbaru pengadilan Paris meminta Google "untuk tidak melanjutkan pengujian" skemanya, atau menghadapi risiko denda potensial "masing-masing sebesar 300.000 euro".

Serikat pekerja SEPM, yang mewakili sekitar 80 kelompok media, menyambut baik putusan tersebut, dengan menyatakan bahwa putusan tersebut akan "melindungi kepentingan pers Prancis".

Namun, Google menyatakan terkejut dengan penolakan SEPM, dengan menyatakan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data karena "otoritas administratif independen dan penerbit pers telah meminta informasi lebih lanjut tentang dampak penayangan konten berita di mesin pencari kami."

Awal tahun ini, otoritas persaingan Prancis mendenda Google sebesar €250 juta (USD263 juta) karena gagal memenuhi komitmen tertentu terkait hak-hak terkait. Google tidak sendirian dalam sengketa ini; platform media sosial X (sebelumnya Twitter) juga menghadapi tuntutan hukum dari penerbit Prancis seperti Le Monde dan Le Figaro atas masalah pembayaran serupa.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Iran Gempur Pusat Data...
Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved