Ilmuwan Temukan Spesies Ulat Pemakan Plastik

Selasa, 12 November 2024 - 06:09 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Spesies...
Ulat Pemakan Plastik. FOTO/ DAILY
A A A
NAIROBI - ParaD di Pusat Internasional untuk Fisiologi dan Ekologi Serangga (ICIPE) yang berbasis di Nairobi pada hari Senin mengumumkan penemuan yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah plastik melalui ulat bambu kecil.

BACA JUGA - Ulat Punya 1.300 Kaki Ditemukan di Australia

Para ilmuwan di ICIPE menemukan bahwa larva spesies kumbang gelap yang dikenal dengan nama ilmiah "Alphitobius" mampu memakan plastik yang berkontribusi terhadap polusi global, lapor Xinhua.

Ilmuwan senior ICIPE dan peneliti utama studi tersebut, Fathiya Khamis mengatakan para peneliti juga telah mengidentifikasi konsorsium bakteri penting dalam usus ulat bambu yang membantu pencernaan plastik.

“Meski sering dianggap sebagai cacing biasa, ulat bambu adalah larva kumbang berwarna gelap. Di seluruh dunia, larva spesies kumbang gelap yang disebut “Tenebrio molitor” digunakan untuk menguraikan plastik,” kata Khamis dalam pernyataan yang dikeluarkan di Nairobi.

Ia mengatakan meskipun Afrika hanya memproduksi lima persen dan menggunakan empat persen plastik global, terdapat peningkatan penggunaan plastik sekali pakai, menjadikan benua ini sebagai benua kedua yang paling tercemar.

Khamis mengatakan para ilmuwan menguji kemampuan ulat bambu kecil untuk memakan polistiren.

“Pengetahuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi polusi sampah plastik sekaligus memaksimalkan manfaat ulat bambu, yang merupakan bagian dari populasi serangga yang kaya nutrisi dan dapat dimakan,” kata Abdou Tenkouano, direktur jenderal ICIPE.

Ia mengatakan studi ICIPE juga memperluas pengetahuan tentang bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan ekosistem yang tercemar, termasuk tanah dan air tanah.

Rekan peneliti Evalyne Ndotono mengatakan tim peneliti sedang melakukan penelitian tambahan untuk memahami proses ulat bambu mengonsumsi polistiren dan untuk mengetahui apakah mereka memperoleh manfaat nutrisi dari bahan tersebut.

Ia menjelaskan, limbah polistiren berasal dari aplikasi komersial dalam bentuk paling umum, styrofoam, yang digunakan dalam wadah penyimpanan makanan, kemasan perkakas, piring dan gelas sekali pakai, serta insulasi dalam konstruksi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved